JAKARTA, KabarMedan.com | Sebanyak 278 Kepala Keluarga di tiga Kecamatan terdampak banjir dan longsor akibat hujan lebat yang menyebabkan Sungai Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara meluap pada Sabtu lalu.
Tiga Kecamatan terdampak itu antara lain Angkola Sangkunur, Muara Batang Toru dan Angkola Selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan telah melakukan kaji cepat dan evakuasi korban terdampak ke lokasi yang lebih aman.
Tim kaji cepat melaporkan sebanyak 30 KK mengungsi ke rumah kerabat. Selain rumah, banjir dan longsor juga mengakibatkan dua unit Sekolah Dasar (SD) terdampak, tiga titik jalan tertutup longsor dan 14 unit kendaraan roda empat rusak.
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan tim juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan masih melakukan pemantauan di lokasi terdampak.
“Kondisi saat ini di lokasi kejadian cuaca berawal dan tinggi muka air bervariasi 100 hingga 200 cm,” katanya, Selasa (21/12/2021).
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman websitenya merilis peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan banjir dan longsor di wilayah pegunungan, lereng barat dan pantai barat Sumatera Utara untuk Rabu (22/12/2021).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dengan melakukan rencana mitigasi dan kesiapsiagaan sesuai potensi bencana yang ada di wilayahnya. [KM-07]














