[CEK FAKTA] Kawasan Johor Malaysia Terpuruk Akibat Covid, Hoax Atau Fakta?

KabarMedan.com | Beredar luas sebuah video yang diklaim sebagai dampak perekonomian yang sepi di Johor, Malaysia akibat pandemi Covid-19. Didal video tersebut menampakkan suasana ruko-ruko disebuah pasar dalam kondisi tutup.

Video ini pun viral diberbagai sosial media. Satu diantaranya sebuah Group Facebook bernama “Nasionalis Cyber Indonesia” yang membagikan video tersebut disertai narasi sebagai berikut :

Kawasan Johor Baru Malaysia merupakan kawasan yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ekonominya lesu dan banyak toko yang mau dijual.

Situasi di Indonesia jauh lebih baik. Tetapi demo-demo yang dilakukan kelompok #TolakOmnibusLaw #jogjamemanggil #gejayanmemanggil mengganggu ekonomi. Apa yang mesti kita lakukan agar demo tidak menjadi-jadi dan memperburuk situasi?

#DukungOmnibusLaw
#IndonesiaMaju

Postingan tersebut telah ditayangkan sebanyak 568 kali. Dan telah dibagikan berkali-kali.

Benarkah video yang beredar merupakan kawasan toko di Johor Baru Malaysia yang akan dijual akibat terdampak pandemi Covid-19?

Setelah ditelusuri, klaim bahwa video tersebut merupakan kondisi kawasan Johor Baru adalah tidak benar. Faktanya, video penampakan pertokoan yang terdapat pada video bukanlah pertokoan di kawasan Johor Baru melainkan di Kota Kemuning, Selangor.

Sementara toko-toko yang terlihat kosong tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan baru, yang memang kebanyakan belum pernah ditempati.

“Sinaria adalah pengembangan yang relatif baru yang selesai pada 2019, dan inilah Google Street View yang diambil pada Agustus 2019,” tulis Techarp.com.

Dengan demikian, klaim video bahwa kawasan Johor Baru Malaysia yang terdampak ekonomi pandemi Covid-19 adalah tidak benar toko kosong itu berada di kota Kemuning, Selangor. Sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan. [Tim Fact Checker]