KabarMedan.com | Beredar sebuah klaim yang mengatasnamakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang menyatakan COVID-19 tidak pernah menyebar dan penggunaan masker tidak diperlukan.
Klaim tersebut beredar luas di sosial media. Satu diantaranya akun facebook milik “Joao Marcelino” yang membagikan sebuah tangkapan layer berjudul “CDC Says Virus Was Never Airborne Rendering Masks Worthless”.
Selain itu, akun Robby FleenerPastor juga membagikan tangkapan layar yang sama. Informasi yang beredar luas di sosial media ini kemudian viral dan mengundang banyak pertanyaan para netizen.
Benarkah CDC mengatakan COVID-19 tidak pernah menyebar dan penggunaan masker tidak diperlukan?
Dilansir dari Liputan6.com, pihaknya menelusuri menggunakan kata kunci “CDC Says Virus Was Never Airborne Rendering Masks Worthless”.
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul “The fact that SARS-CoV-2 virus can or cannot spread through airborne transmission does not render masks “worthless”” yang dimuat situs newswise.com, pada 27 Oktober 2020.
Artrikel situs newswise.com menyebutkan pernyataan CDC COVID-19 tidak pernah menyebar ke udara sehingga tidak perlu menggunakan masker, klaim ini salah dan tidak akurat. CDC tidak pernah mengatakan bahwa virus tidak dapat menyebar melalui udara.
Meskipun CDC telah memperbarui panduan mereka di situs webnya untuk memasukkan aerosol di antara bentuk penularan SARS-CoV-2 yang paling umum, para ahli setuju bahwa virus dapat menyebar melalui tetesan air dan masker dapat bertindak sebagai penghalang fisik untuk menghentikan tetesan ini menyebar dari orang ke orang.
Ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penularan melalui udara juga berperan dalam penyebaran COVID-19.
CDC dan lembaga kesehatan lainnya merekomendasikan agar masyarakat umum menggunakan masker kain untuk mengurangi penyebaran COVID-19, karena masker berfungsi sebagai penghalang fisik yang menghalangi pelepasan tetesan pernapasan dan partikel aerosol yang lebih besar, sehingga mengurangi penyebaran partikel infeksi.
Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul “Masks are effective at reducing COVID-19 primary transmission through respiratory droplets; the CDC acknowledges airborne transmission via aerosols can also occur” yang dimuat situs healthfeedback.org.
Artikel situs healthfeedback.org menyebutkan,klaim penularan SARS-CoV-2 melalui udara tidak pernah terjadi tidak akurat. Laporan dari beberapa wabah COVID-19, karakteristiknya konsisten menular melalui udara.
Sebanyak 239 ilmuwan pun telah menandatangani surat terbuka pada Juli 2020 yang mendesak badan kesehatan masyarakat untuk meninjau panduan mereka. Akibatnya, CDC dan WHO mengakui kemungkinan penularan melalui udara dalam keadaan tertentu, seperti di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk dan paparan aerosol konsentrasi tinggi dalam waktu lama.
Oleh karena itu, tidak akurat untuk mengklaim bahwa CDC menyatakan bahwa SARS-CoV-2 tidak pernah menyebar lewat udara. CDC dan lembaga kesehatan lainnya juga merekomendasikan agar masyarakat umum menggunakan masker kain untuk mengurangi penyebaran COVID-19, karena masker berfungsi sebagai penghalang fisik yang menghalangi pelepasan tetesan pernapasan dan partikel aerosol yang lebih besar, sehingga mengurangi penyebaran partikel infeksi.
Klaim bahwa masker wajah tidak berguna jika tidak ada transmisi aerosol didasarkan pada alasan yang salah. Tujuan penggunaan masker biasa dan kain penutup muka adalah untuk memblokir tetesan pernafasan, yang merupakan jalur utama penularan SARS-CoV-2.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatasanamakan CDC termasuk dalam kategori disinformasi alias hoaks. [Tim Fact Checker]






![[SALAH] Indonesia dan 26 Negara Putuskan Keluar dari FIFA](https://kabarmedan.com/wp-content/uploads/2023/04/SALAH-Indonesia-dan-26-Negara-Putuskan-Keluar-dari-FIFA-218x150.jpg)
![[HOAKS] Jokowi Bayar 500 Triliun ke Bawaslu Demi Jegal Anies Baswedan](https://kabarmedan.com/wp-content/uploads/2023/04/hoaks-jokowi-bayar-500-triliun-ke-bawaslu-demi-jegal-anies-baswedan-218x150.jpg)
![[SALAH] Minum Kopi Bisa Digunakan Sebagai Pencegahan Kejang pada Anak](https://kabarmedan.com/wp-content/uploads/2023/01/ilustrasi-minum-kopi-218x150.jpg)
![[SALAH] AIDS Jenis Baru Hasil Pencampuran Covid-19, Vaksin, dan Cacar Monyet](https://kabarmedan.com/wp-content/uploads/2022/09/SALAH-AIDS-Jenis-Baru-Hasil-Pencampuran-Covid-19-Vaksin-dan-Cacar-Monyet-218x150.jpg)
![[SALAH] Peningkatan Kasus Covid-19 Disebabkan oleh Orang-orang yang Sudah Divaksin](https://kabarmedan.com/wp-content/uploads/2022/09/SALAH-Peningkatan-Kasus-Covid-19-Disebabkan-oleh-Orang-orang-yang-Sudah-Divaksin-218x150.jpg)




