BANDA ACEH, KabarMedan.com | PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) meluncurkan Digitalisasi Ekosistem Masjid di Aceh melalui 37 region masjid sebagai percontohan implementasi program tersebut.
Wakil Komisaris Utama BSI, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi mengatakan program tersebut sebagai kelanjutan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BSI dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) beberapa waktu lalu, dalam mengoptimalkan peran masjid untuk penguatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Kementerian Agama.
Menurut TGB, masjid yang berfungsi sebagai tempat ibadah harus dioptimalkan fungsinya bagi kemaslahatan umat.
Selain sebagai sarana ibadah, masjid harus menjadi tempat muamalah untuk membangun kemajuan umat.
Salah satunya dengan penyediaan layanan pengelolaan keuangan masjid melalui sistem perbankan syariah sebagai bagian dari program kolaborasi bersama DMI.
“Hari ini giliran Provinsi Aceh yang akan melakukan launching Digitalisasi Ekosistem Masjid. Terdapat 37 Masjid di Region Aceh yang menjadi percontohan implementasinya. Saya ucapkan terima kasih kepada DMI. Ada banyak bentuk kerjasama dari program ini. Tentunya yang akan memberikan kemaslahatan bagi ekonomi umat. Dengan tujuan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi Aceh melalui peran besar masjid dalam hal ini DMI,” ujar TGB, Minggu (26/12/2021).
TGB menekankan bahwa BSI merupakan bagian dari masyarakat di Provinsi Aceh. Kehadiran BSI untuk senantiasa berkomitmen menumbuhkembangkan perekonomian di sana.
Sehingga, dengan kolaborasi bersama DMI, kehadiran BSI menjadi upaya yang kuat untuk mengembalikan kejayaan perekonomian masyarakat Aceh.
“Begitu BSI hadir di Aceh, maka dia terikat dengan tanggung jawab, yaitu menghadirkan kebaikan, kemaslahatan dan kehidupan yang bermartabat. Karena itu ketika BSI lahir, hadir, mudah-mudahan ini bisa dimaknai sebagai bagian untuk menghadirkan kembali kejayaan Aceh di masa yang akan datang,” tegasnya.
Sementara itu, Komisaris Independen BSI, Arief Rosyid Hasan mengatakan Aceh tidak hanya sekadar etalase implementasi keuangan ekonomi syariah di Indonesia.
Akan tetapi dunia akan menyaksikan Aceh sebagai pilot project dari implementasi keuangan ekonomi syariah.
“Aceh sudah menjadikan syariah sebagai jalan utama, bukan sebagai pilihan atau alternatif. Sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menyukseskan agenda qanun di Aceh,” tegas Arief.
Kerjasama dalam Digitalisasi Ekosistem Masjid antara lain pemanfaatan BSI Net Banking sebagai media pengelolaan keuangan masjid.
Pengunaan QRIS untuk transaksi sosial zakat, infak, sedekah dan waqaf (ZISWAF) para jamaah.
Kotak-kotak amal masjid akan ditempel QRIS sehingga dana akan langsung tertransfer ke rekening masjid.
Selain itu juga pemanfaatan platform jadiberkah.id untuk crowd funding proyek wakaf masjid. Penggunaan aplikasi Taqmir Masjid di www.taqmir.com untuk pengelolaan kegiatan masjid dan jamaah yang aplikasinya bisa diunduh di ponsel cerdas jamaan dari Playstore Taqmir.
Ada juga kerjasama BSI Smart Agent dimana pengurus masjid menjadi pengelolanya. Selain itu program referral code-in Masjid. Dimana setiap pembukaan rekening jamaah melalui BSI Mobile akan memberikan donasi untuk kebersihan masjid.
Pengurus masjid juga akan memiliki aplikasi digital masjid yang dapat menghadirkan kebutuhan informasi.
Baik terkait keuangan, informasi ibadah, maupun kajian masjid yang dapat diakses baik oleh pengurus maupun jamaah masjid secara langsung, kapanpun dan dimanapun sehingga terjadi transparansi.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen PP DMI Imam Addaruqudni mengatakan masjid jangan hanya menjadi tempat untuk melakukan ibadah.
Masjid juga bisa menjadi tempat untuk melakukan banyak hal, terutama yang berhubungan dengan kreatifitas.
Masjid pun menurutnya bisa menjadi tempat yang memberikan kemakmuran bagi umatnya. Sehingga harus bisa menjadi tempat untuk mengupayakan kesejahteraan, yaitu dengan kegiatan ekonomi.
“Ini momentum yang tepat untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat masyarakat. Selain tempat untuk beribadah, juga akan menjadi tempat untuk melakukan konsultasi keuangan, terutama bagi masyarakat kurang mampu,” ucapnya.
Secara nasional, DMI mencatat jumlah masjid dan mushala yang ada di Indonesia mencapai hampir 800 ribu. Sementara jumlah yang sudah tercatat resmi melalui Sistem Informasi Masjid (Simas) Kementerian Agama sebanyak 300 ribu masjid. [KM-07]














