JAKARTA, KabarMedan.com | Elektabilitas Partai Golkar dan Demokrat menurun dalam tiga bulan belakangan. Penurunan elektabilitas ini didapat berdasarkan survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research.
Dalam survei tersebut diketahui Partai Golkar turun 8,7 persen menjadi 7,0 persen. Sementara Partai Demokrat anjlok dari 10,6 persen menjadi 4,9 persen.
Peneliti indEX Research, Reza Reinaldi mengaku, Demokrat yang sepanjang 2021 menikmati lonjakan elektabilitas mulai kehilangan momentum.
Diduga hal ini seiring meredanya konflik di tubuh partai berlogo mercy tersebut.
“Sementara untuk Golkar meskipun turun tetapi kembali ke posisi ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Gerindra,” ujarnya, dikutip dari SuaraSumut.id, Senin (10/1/2022).
Elektabilitas PDIP juga mengalami penurunan, namun tetap unggul dengan perolehan 16,7 persen, disusul Partai Gerindra sebesar 13,5 persen.
“Hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengalami tren kenaikan elektabilitas, yaitu 5,4 persen,” katanya.
Kenaikan elektabilitas PSI diduga disumbang dari strategi partai pro milenial itu di Jakarta.
Dalam peringatan ulang tahun ketujuh PSI, Giring Ganesha menghebohkan publik dengan pernyataan menolak calon wakil presiden pembohong.
Selain itu, partai lain yang berada pada papan tengah adalah PKB dengan elektabilitas 6,1 persen, PKS 5,5 persen dan Nasdem 4,0 persen.
“Total delapan partai politik berhasil mengamankan diri atas ketentuan parliamentary threshold,” tandasnya. [KM-07]














