JAKARTA, KabarMedan.com | Presiden Joko Widodo marah kepada para menterinya karena anggaran negara dipakai untuk membeli barang impor. Kemarahan itu ditanggapi oleh Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.
Dilansir dari Suara.com, Refly Harun awalnya tertawa melihat kejengkelan Jokowi soal masalah impor. Ia kemudian mengkritik Jokowi yang dinilai tidak konsisten dengan ucapannya.
Refly Harun menyarankan Jokowi segera melakukan audit secara menyeluruh terhadap jajaran pemerintahannya. Bukan tidak mungkin Jokowi dibuat kaget karena pelaku impor sendiri bisa dari kalangan Istana.
“Saran saya yah, ya lakukan audit terhadap jajaran pemerintahan. Siapa saja pelaku-pelaku impor, jangan-jangan Pak Jokowi sendiri kaget, ternyata pelaku-pelaku itu kalangan Istana sendiri,” ujar Refly Harun melalui akun YouTube pribadinya, dilansir dari Suara.com, Senin (28/3/2022).
Contohnya, Refly menyoroti masalah pengadaan alat kesehatan seperti masker. Ia juga mempertanyakan masalah vaksin nusantara yang seperti terhambat. Padahal, vaksin dari luar negeri terus diimpor.
“Coba cek masker, kebutuhannya luar biasa, apakah masker itu kebutuhannya dari banyak luar negeri atau dari dalam negeri. Itu cara menguji,” saran Refly Harun.
Refly bertanya apakah sebenarnya Presiden Jokowi disabotase oleh lingkaran terdekatnya sendiri. Begitu juga dengan para menteri, bisa juga disabotase bawahannya.
“Kadang-kadang saya berpikir yah, sebenarnya jangan-jangan Presiden Jokowi banyak disabotase dalam lingkaran Istana sendiri. Menteri-menterinya disabotase oleh bawahannya,” kata Refly.
Refly Harun menegaskan, hal ini bisa diketahui dengan melakukan audit. Nantinya, akan terungkap para pelaku impor yang memiliki kepentingan setelah dilakukan audit.
“Intinya adalah, kalau tidak ada audit yang jelas terhadap mereka yang punya kepentingan maka pelaku impor ini nggak akan pernah berubah,” tandasnya diiringi senyum kecil.
Sebelumnya, kemarahan Jokowi meluap saat memberikan pengarahan kepada menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan BUMN tentang aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia.
Jokowi kesal karena ternyata banyak jajarannya melakukan impor barang.
Jokowi membeberkan pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan malah lebih sering menggunakan barang impor, sementara produksi pabrik dalam negeri melimpah.
Salah satunya adalah masih terdapat kementerian atau BUMN yang memberi CCTV secara impor. Padahal, banyak perusahaan lokal yang memproduksi barang tersebut.
Bahkan, dalam rapat tersebut Jokowi sempat mengatakan kata bodoh sampai dua kali. Pasalnya, jika saja kementerian dan BUMN membeli produk dalam negeri itu, jelas akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
“Tidak perlu cari investor, kita diam saja, tapi konsisten beli barang-barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UMKM-UMKM kita. Bodoh sekali kalau tidak lakukan ini,” ucap Jokowi dalam pidatonya.
Seolah tak cukup sampai di situ, Jokowi juga menyentil seragam hingga sepatu tentara dan polisi yang dibeli dari luar negeri.
Bahkan, pulpen hingga buku tulis juga dibeli jajarannya dari luar negeri menggunakan uang rakyat.
“Jangan ini diteruskan, setop. Kalau semua beli produk dalam negeri maka lompat ekonomi kita,” tandas Jokowi. [KM-07]















