Begini Modus Licik Robot Trading DNA Pro Tipu Member Miliaran Rupiah

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap lima dari 12 tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan investasi bodong melalui aplikasi robot trading DNA Pro milik PT DNA Pro Akademi.

Kelima tersangka yang sudah ditangkap yaitu YS, RU, RS, RK dan FR. Sedangkan tujuh orang lainnya masih dalam pengejaran, yaitu AB, ZII, JG, ST, FE, AS dan DV. Ketujuh orang tersebut masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami masih dalami lagi para pelaku, juga mudah-mudahan dalam waktu dekat kami dapat mengungkap dan tangkap pelakunya,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Whisnu Hermawan di Mabes Polri Jakarta, dilansir dari Suara.com, Kamis (7/4/2022).

Kasus penipuan investasi yang diduga melibatkan sejumlah publik figur ini telah bergulir sejak korban melaporkan ke Bareskrim Polri pada tanggal 28 Maret 2022. Sebanyak 122 korban melapor dengan kerugian hingga Rp17 miliar.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Whisnu mengatakan para pelaku melakukan tindak pidana penipuan dengan modus menggunakan skema ponzi atau piramida.

Selain itu, aplikasi tersebut dinyatakan tidak memiliki izin dari otoritas terkait.

“Modusnya tetap sama, skema ponzi, dan tidak berizin,” ujar Wishnu.

Para tersangka dijerat dengan dua pasal berlapis, yaitu Pasal 106 junto Pasal 24 dan atau Pasal 105 juncto Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 3, Pasal 5 juncto Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam menangani kasus penipuan investasi robot trading ini, Dittipideksus Bareskrim Polri membuka desk pelaporan di nomor 0812 1322 6296.

Tercatat sampai saat ini sudah ada 760 chat yang masuk ke desk pelaporan dengan 180 pelapor.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

“Masih membuka desk tersebut, apabila ada para korban kami yakin korban masih banyak di luar, silahkan laporkan ke kami baik melalui desk atau melalui laporan polisi,” ucap Wishnu.

Wishnu menegaskan dalam kejahatan investasi robot trading ini, pihaknya melakukan upaya paksa berupa tangkap dan tahan, selanjutnya melakukan penelusuran aset bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengumpulkan aset para tersangka untuk selanjutnya dijadikan barang bukti di persidangan.

“Jadi jelas dalam kasus robot trading, binary option, ada tiga hal, tangkap, tahan dan tracing asset untuk mengembalikan aset-aset korban dari para pelaku,” kata Wishnu.

Selain robot trading DNA Pro, saat ini Dittipideksus menangani sejumlah kasus penipuan melalui platform opsi biner (binary option) dan robot trading, di antaranya Binomo, FBS, Viral Blast Global, Mark AI, Evotrade, FAHRENHEIT dan FIN888. [KM-07]