Ini Dia 6 Tuntutan yang Akan Disampaikan BEM SI Pada Demo Besar 11 April

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara pada Senin (11/4/2022).

Aksi tersebut ditargetkan akan mendatangkan seribu orang massa yang berasal dari 18 kampus yaitu UNJ, PNJ, IT-PLN, STIE SEBI, STIE Dharma Agung, STIS Al Wafa, IAI Tazkia, AKA Bogor, UNRI, Unand, Unram, PPNP, Undip, UNS, UNY, Unsoed, SSG dan STIEPER.

Koordinator BEM SI, Kaharuddin mengatakan aksi kali ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya.

“Betul, aksi 11 April 2022 akan meminta jawaban dari aksi tanggal 28 Maret 2022, bagaimana pemerintah atau Bapak Presiden Jokowi menjawab tuntutan kita selama 14 hari ini,” ucapnya, Kamis (7/4/2022).

Dalam demo itu, BEM SI akan melayangkan enam tuntutan, pertama mendesak Jokowi bersikap tegas atau memberi pernyataan sikap menolak penundaan Pemilu atau masa jabatan tiga periode.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Kedua, mendesak Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

Ketiga, mendesak Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

Keempat, mendesak Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.

Kelima, berkaitan dengan penyelesaian konflik agraria di Indonesia.

Keenam, mendesak Jokowi dan Wakilnya, Ma’ruf Amin berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

Kaharuddin menuturkan, tuntutan-tuntutan yang disampaikan pihaknya belum dipenuhi pemerintah dalam kurun 14 hari sejak aksi sebelumnya.

“Sehingga tanggal 11 April kami akan turun menagih jawaban dari tuntutan tersebut, karena kajian sudah kita berikan dan sebelumnya disambut oleh staf Presiden,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, bahwa aksi demonstrasi ini tidak ditunggangi oleh kubu politik manapun. Aksi ini murni aspirasi dari berbagai daerah yang diserap para mahasiswa untuk disampaikan kepada penguasa.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Independensi BEM SI dari kepentingan politik tertentu dapat dibuktikan lewat kajian yang mendasari tuntutan-tuntutan kepada Istana.

“Bisa dilihat, setiap BEM SI melakukan aksi, itu ada kajian dari tuntutan yang dibawa. Ketika ada kajian maka tidak bisa digerakkan oleh siapapun,” ujarnya.

Kaharuddin memastikan bahwa pihaknya tak membawa aspirasi untuk menurunkan Jokowi sebagaimana tertera dalam poster-poster liar yang beredar di media sosial.

Ia membantah jika dikaitkan dengan hal tersebut. Menurutnya, tuduhan tersebut banyak dilontarkan di media sosial.

Dimana pemicunya adalah karena keberadaan poster yang mengatasnamakan BEM SI dan mencantumkan pernyataan “Turunkan Jokowi dan kroninya”.

“Di sini kami bukan untuk menggulingkan (Jokowi), kami tegas mahasiswa berdiri tegak sebagai oposisi, sebagai pengawas dan pengontrol kebijakan pemerintah, karena hari ini oposisi itu lemah,” tandasnya. [KM-07]