Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Elpiji Dinilai Tidak Akan Membebani Masyarakat

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Pemerintah serius menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 Kg. Hal ini dilakukan demi mengimbangi kenaikan harga minyak dan gas bumi secara global.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menegaskan jika nantinya ada penyesuaian harga maka tidak akan terlalu tinggi.

“Tidak mungkin kita akan membebankan masyarakat dengan beban yang demikian berat secara drastis,” ujar Arifin, dilansir dari Suara.com, Senin (18/4/2022).

Berkaitan dengan rencana ini, ia mengatakan saat ini pemerintah tengah mengusahakan agar pasokan BBM dan LPG tetap terjaga di tengah gempuran kenaikan harga energi dunia.

“Kita pasti akan melakukan evaluasi-evaluasi,” ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan, pemerintah semakin yakin untuk menaikkan harga listrik, BBM dan LPG subsidi. Hal ini disampaikan Menteri ESDM di hadapan DPR RI.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

“Ada beberapa langkah strategis dalam menghadapi kenaikan harga minyak dunia yang akan kami lakukan baik jangka pendek maupun jangka panjang,” terang Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Rabu lalu.

Kenaikan tarif listrik perlu dilakukan, guna menghemat APBN yang mencapai Rp16 triliun. Terlebih di listrik pemerintah juga menyiapkan strategi jangka pendek demi efisiensi penyediaan listrik dan strategi energi primer PLN.

Pihaknya juga mengupayakan optimalisasi pembangkit dengan bahan bakar sumber domestik PLTU dan PLT EBT, percepatan pembangunan PLTS Atap 450 MW, serta pembangunan pembangkit EBT dari APBN.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Kemudian, yang cukup menjadi perbincangan belakangan ini, pemerintah berniat menaikkan harga Pertalite dan Solar subsidi.

“Optimalisasi campuran bahan bakar nabati dalam solar, penyesuaian harga Pertalite, minyak solar dan mempercepat bahan bakar pengganti antara lain KBLBB, BBG, bioethanol, BioCNG, dan lain-lain,” tuturnya dalam RDP tersebut.

Sedangkan untuk elpiji, pemerintah mengaku akan memperkuat pengawasan distribusi gas elpiji subsidi dengan bekerjasama Pemda dan aparat.

“Serta melakukan penyesuaian formula LPG 3 Kg,” katanya.

Sementara untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah menyiapkan kompor induksi, percepatan pembangunan jargas, hingga kompor induksi siap menggantikan elpiji. [KM-07]