MEDAN, KabarMedan.com | Rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Jalan Sei Padang, Kelurahan PB Selayang I, Kecamatan Medan Selayang yang terjadi pada Jumat (23/10/2015), dilakukan dalam kondisi hujan yang mengguyur Kota Medan, Senin (2/11/2015).
Rekonstruksi yang dipimpin langsung Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, didampingi oleh Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono, menghadirkan tiga tersangka, yaitu Lanang alias Nanang (19), bersama dua abangnya Yoga (21) dan Rori (24).
Dalam rekonstruksi itu, ketiga anak korban Mollyta Mochtar, Mellisa Mochtar dan Rika serta pihak keluarga juga hadir untuk melihat jalannya rekonstruksi. Mereka tak kuasa menahan tangis melihat rekonstruksi tersebut berjalan.
Rekonstruksi yang sejatinya diadakan pukul 14.00 WIB, baru dilakukan pada pukul 16.00 WIB. Dalam rekonstruksi ini, sebanyak 35 adegan diperagakan ketiga tersangka.
“Ada 29 adegan yang diperagakan. Adegan pertama bermula dari tersangka Rori mengetuk pintu garasi rumah korban. Pintu dibukakan Nurhayati alias Yati (67) yang telah mengenal tersangka, karena sudah dua kali dibawa ibunya bekerja disana,” kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.
Awalnya, Rori mengaku ingin meminta dan mengambil kayu di belakang rumah. Alasannya ingin membuat kandang ayam.
“Saat Nurhayati mengantar mereka, Lanang menikamnya dari belakang. Tersangka kemudian menggedor pintu belakang. Mochtar Yakob (70) yang membuka pintu, langsung dipiting Yoga. Rori kemudian menikaminya hingga 9 liang, dibagian leher dan dada bagian jantungnya,” jelasnya.
Namun, kata Mardiaz, perbuatan tersangka dilihat M Sadiq Kaysan alias Diqa (7). Para tersangka kemudian juga menghabisi nyawa siswa kelas 1 SD itu.
“Setelah membunuh ketiga korban, para pelaku mengambil barang berharga milik korban. Selanjutnya ketiga pelaku kabur menggunakan sepeda motor,” ungkapnya.
Dikatakan Kapolesta, ketiga tersangka juga dipertemukan dengan keluarga korban. “Tersangka dan keluarga korban dipertemukan, karena ada beberapa benda yang hilang, keluarga mempertanyakannya. Namun tersangka tidak mengaku mengambilnya,” sebutnya.
Setelah melakukan rekonstruksi, polisi kembali menyerahkan rumah itu kepada pihak keluarga dan membuka garis polisi. Meski rekonstruksi berlangsung didalam rumah, warga sekitar antusias menonton dari sekitar rumah korban. Mereka bahkan bertahan meskipun hujan deras melanda kawasan itu. [KM-03]














