JAKARTA, KabarMedan.com | Masyarakat bakal ikut merasakan dampak perhelatan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) yang akan digelar pada 8-14 Oktober 2018 di Bali.
Menko Maritim, Luhut B. Pandjaitan menegaskan, anggaran Rp 800 miliar yang bakal dihabiskan untuk pelaksanaan pertemuan tingkat tinggi pejabat bank sentra, dan menteri keuangan dunia itu akan kembali kepada masyarakat.
“Mengenai komputer, kita akan beli relatively brand new sekitar 400 buah, nanti akan kita bagikan ke Kabupaten Banyuwangi, Bali dan juga Lombok setelah selesainya acara itu,” katanya, Selasa (13/3/2018).
Ia meminta agar komputer-komputer itu tidak dibagi-bagi secara bertahap, namun dibagikan secara langsung ke sekolah.
Selain itu, untuk pembayaran hotel para peserta akan membayarnya sendiri. “Overal (secara keseluruhan), semua akan dilakukan sehemat mungkin, seefisien mungkin tanpa mengurangi kenyamanan peserta dan kami melihat sampai sekarang persiapan sudah bagus,” urainya.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani menambahkan, publik juga akan diuntungkan oleh perbaikan maupun pembangunan infrastruktur demi menyambut even internasional ini.
“Misalnya seperti Asian Games kita melakukan perbaikan stadion atau infrastruktur, tidak hanya akan dipakai untuk Asian Games_saja tapi akan berlaku untuk hal lainnya. Sama seperti IMF World Bank,” tukasnya.
Di bidang pariwisata, Luhut mengungkapkan, pemerintah telah mempersiapkan sekitar 60 destinasi wisata yang akan ditawarkan kepada peserta pertemuan.
“Kami siapkan misalnya High-End Tourism, biarin aja mereka nanti di situ, nanti yang kelas menengah ada lagi kita siapin, jadi semua sekarang bisa berkembang,” cetusnya.
Tak hanya itu, pekerja seni maupun kalangan pengusaha kecil dan menengah juga diajak pemerintah untuk terlibat dalam acara ini.
“Tadi pak Triawan (Kepala Bekraf) sudah melaporkan bahwa kita akan jual scarf buatan UKM kepada peserta meeting,” bebernya.
Untuk menghibur peserta, di sela-sela sekitar 3 ribuan side event pertemuan IMF-WB, pemerintah akan menyajikan pagelaran seni.
Salah satunya adalah pameran mural yang dibuka Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan dan Menkeu Sri Mulyani di Jakarta.
Menurut Menkeu Sri Mulyani, mulai dari peresmian acara hingga akhir, seniman Indonesia akan dilibatkan dalam rangkaian penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-WB.
“Saya rasa banyak sekali dampak multiplayer effectnya akibat dari penyelenggaraan ini,” jelasnya.
Menko Luhut menyampaikan bahwa pemerintah akan memanfaatkan pertemuan tahunan IMF-WB yang bakal dihadiri oleh tokoh keuangan dunia untuk menawarkan potensi investasi di Indonesia.
“Kita akan kumpulkan investor, kita nanti akan menawarkan proyek-proyek misalnya geothermal dan kita nanti akan langsung bicara spesifik misalnya proyek apa, apa studinya, berapa returnnya dan bagaimana formulanya,” pungkasnya. [KM-03]














