Lima Inovasi Panitia Untuk Sukseskan MTQ Nasional XXVII

MEDAN, KabarMedan.com | Untuk mensukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVII di Sumatera Utara, panitia melakukan 5 inovasi, yaitu transparansi dewan hakim, pendaftaran online melalu e-MTQ, penyusunan maqro dengan aplikasi, registrasi melalui fingerprint, dan aplikasi penilaian dapat dilihat langsung di layar monitor.

Demikian dikatakan Kepala Subdirektorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah AlQuran dan Alhadits Direktorat Penerangan Agama Islam, H Zainal Muttaqin, Kamis (4/10/2018).

“Inovasi tersebut merupakan pembaruan dari pelaksanaan MTQ tingkat nasional sebelumnya. Ini inovasi yang kami lakukan bersama sama sebagai penangungjawab penyusunan dan rencana per-MTQ-an,” katanya,.

Baca Juga:  Terima Aspirasi Pendukung MBG, Bobby Nasution Siap Teruskan Petisi Masyarakat Sumut ke Presiden Prabowo

Zainal mengatakan, peniliaian musabaqah dilakukan secara transparan. Penilaian yang dilakukan oleh dewan hakim akan langsung terlihat setelah peserta turun dari panggung. “Ini akan diketahui oleh seluruh masyarakat. Jadi tidak ada lagi rapat majelis, nilai langsung ada di monitor,” ujarnya.

Selain itu, transparansi rekrutmen dewan hakim sudah sesuai dengan instruksi Menteri Agama.

“Dewan hakim MTQ tingkat nasional harus melalui tim rekrutmen yang anggotanya hanya 7 orang. Selanjutnya, 7 orang ini akan merekrut hakim sebanyak 136 orang,” ucapnya.

Terkait pendaftaran peserta, katanya, harus menggunakan NIK dan terintegrasi dengan Dukcapil. Dari proses pendaftaran seperti itu, terjaring 1555 peserta yang terdaftar sebagai peserta legal.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Siap Jembatani Aspirasi Ojol ke DPR RI Asal Sumut

“Sistem seperti ini untuk menghindari kecurangan, seperti nama ganda, atau penggunaan joki peserta,” jelasnya.

Sekretaris Umum Panitia Daerah MTQ Nasional Afifi Lubis, mengatakan MTQN XXVII adalah milik masyarakat Sumut. Diharapkan bisa menjadi kenangan bagi para kafilah yang datang ke daerah ini.

“Semoga pelaksaaan MTQ Nasional di Sumut ini bisa menjadi contoh pembelajaran bagi tuan rumah selanjutnya,” pungkasnya. [KM-03]