
SERDANG BEDAGAI,KabarMedan.com | Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Republik Indonesia (RI), menyalurkan bantuan pelunasan hutang Ongkos Naik Haji (ONH) jemaah haji asal Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kepada Nek Saniah (72) warga Dusun 1, Desa Suka Jadi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), sebesar Rp20.800.000.
Bantuan tersebut merupakan donor dari Uni Emirat Arab yang disalurkan langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) Kemenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak ke rumah Nek Saniah, Sabtu,20 Juni 2026 lalu.
Kepala Kantor Kemenhaj Sergai, Hasan Basri mengatakan, pihaknya baru mengetahui hal tersebut setelah ada kunjungan Wamenhaj ke kediaman Nek Saniah saat memberikan bantuan tersebut.
“Kami baru tau setelah dikabari ada jamaah kita yang dapat bantuan. Lalu kami cari alamatnya karena ada kunjungan wamen ke sana” ungkapnya, saat dikonfirmasi via percakapan whatsapp, Selasa (23/06/2026).
Lebihlanjut Hasan Basri menerangkan tidak mengetahui mengapa akhirnya Kemenhaj Pusat memberikan bantuan kepada Nek Saniah, sebab selama ini tidak mengetahui soal latar belakang pembiayaan jemaah haji masing-masing.Ia menduga ada ketertarikan humas provinsi menyoroti hal yang dialami Nek Saniah saat berkunjung ke rumahnya waktu suaminya meninggal dunia,dua hari jelang kepulangannya ke tanah air.
“Kami nggak tahu ada jamah seperti itu. Bukan dari Kemenhaj kita yang memberikan laporan ke Kementerian adanya jemaah Sergai yang terhutang. kami pun terkejut ada jamaah kita yang dapat bantuan dari Uni Emirate Arab, cuma memang dua hari sebelum ibu Saniah kembali ke tanah air, Suaminya meninggal dunia. Mungkin di situ ada ketertarikan humas provinsi sampai ke pusat menyoroti itu”,ujarnya.
Saat kunjungan katanya, Wamen ngobrol-ngobrol di sana, adalah semacam berkembangnya pembicaraan tentang setoran awal, tentang pelunasan. Awalnya mendaftar dibantu keluarga, pelunasan, pinjam sana- pinjam sini lah.
Sementara itu, Siti Masithah anak Saniah saat dikunjungi, menceritakan, awalnya ibunya yang bekerja sehari hari bekerja menjadi buruh cuci ini mendaftar haji pada tahun 2013 dengan menabung sebanyak Rp25.100.000.
Lalu untuk pelunasan ONH sebesar Rp18 juta, mereka harus mencari pinjaman kepada sanak saudara.
“Awal mulanya mamak daftar haji itu didaftarkan oleh orang tua angkat adik saya sebesar Rp25 juta. Waktu pelunasan itu kami hutang sana, hutang sini, sama saudara-saudara lah. Alhamdulillah pemerintah sudah bantu kami untuk melunasi memberikan uang sebesar Rp20.800.000 melalui transfer ke rekening ibu saya, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya”, ucapnya.
“Alhamdulillah kami sudah bayar semua hutang kami. Ada pun tersisa sikit, mudah-mudahan untuk kenduri kami, untuk ayah kami 40 hari meninggal”,tandasnya.[KM-04]













