MEDAN, KabarMedan.com | Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo diberi gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri oleh Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam.
Prosesi pemberian gelar dimulai dengan pembacaan sinopsis Gelar Adat oleh H OK Saidin, bergelar Datuk Sri Amar Lela Cendikia. Prosesi kemudian dimulai dengan pemasangan Tengkulok oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj kepada Presiden Jokowi.
Selanjutnya, Pin Kesultanan dan Keris disematkan Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam, dan diakhiri dengan penandatanganan Surat Ceri dan Cap Kesultanan.
Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam, mengatakan gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri merupakan gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli, yang bermakna pemimpin yang baik pembawa angin segar ke pelosok negeri.
“Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penganugerahan gelar tersebut kepada Presiden Jokowi. Perimbangan-pertimbangan utama kami setelah menyaksikan betapa kerasnya upaya bapak presiden dalam menjalankan program-program pemerintahan, membangun negara, dan mensejahterakan kehidupan rakyat di tengah gejolak politik dan ekonomi yang melanda dunia saat ini,” katanya.
Pertimbangan lainnya adalah Presiden Jokowi terhadap kelangsungan hidup kesultanan dan kerajaan yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan serangkaian pertemuan secara rutin oleh Presiden dengan para sultan dan raja se-Nusantara untuk mengidentifikasi dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Kesultanan dan Kerajaan beserta masyarakat adat.
Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kesultanan Deli atas gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri yang telah diperolehnya.
“Di dalam gelar adat ini, saya merasakan terkandung amanat dan tugas berat yang diberikan pada saya untuk mewujudkan harapan dari Kesultanan Deli, harapan dari kerajaan-kerajaan se-Nusantara, pemangku adat Indonesia, dan ulama untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang Baldatun, Thoyibatun wa Rabbun Gofur,” pungkasnya. [KM-03]














