MEDAN, KabarMedan.com | Bank Indonesia mendorong masyarakat menggunakan kartu ATM/Debet berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Hal ini sejalan dengan kewajiban pencantuman logo nasional atau GPN untuk kartu ATM/Debet yang telah dimulai sejak 1 Januari 2018.
Asisten Manager Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Yudha Wastu Prawira mengatakan, terdapat tiga manfaat dalam Gerbang Pembayaran Nasional.
Pertama adalah efisiensi. Dimana, Bank Indonesia tidak ingin nantinya ada inefisiensi sistem pembayaran masyarakat bertransaksi, karena kartu yang dimiliki tidak sama dengan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang ada di merchant.
Kedua adalah penghematan devisa. Dimana, penghematan devisa sebesar Rp 13 triliun hingga Rp 15 triliun per tahun yang dapat dihemat atas transaksi yang keluar negeri secara nasional.
“Ketiga terkait dengan resiko Central Bank Money. Meski hal ini belum pernah terjadi, namun namanya liquidity risk akibat gagal bayar skala besar menyebabkan gangguan ekonomi belum ada,” ujarnya.
Kemudian, jika EDC rusak dan settlement tidak jalan, maka ekonomi dapat mati. Gambarannya adalah Rp 100 triliun rata-rata transaksi melalui ATM debit, jika mandek sekali saja, maka tidak ada dana yang berputar.
“Ini yang ingin kita hindari. Dengan adanya GPN, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung efisiensi sistem pembayaran dan juga penurunancost bagi merchant,” pungkasnya. [KM-03]














