MEDAN, KabarMedan.com | Tahun 2019 menjadi tahun berat bagi pengusaha perjalanan dan wisata terutama dalam penjualan tiket. Tingginya harga tiket kemudian penerapan tarif kargo membuat penumpang mengurungkan niatnya menggunakan transportasi udara.
Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat, penumpang pesawat di awal tahun hanya naik tipis dan dari bulan sebelumnya. Sedangkan penumpang kapal naik secara drastis, 134,29% dalam satu bulan.
Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sumatera Utara, Willy Sihombing mengatakan, harga tiket di bulan Januari memang tinggi meskipun Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA), sebuah Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia menginformasikan bahwa harga akan diturunkan.
“Harga di Januari masih di angka Rp 1 juta-an untuk Medan – Jakarta. Tahun lalu, pada periode yang sama, harga berada di kisaran Rp 600.000 – Rp 800.000,” katanya.
Menurutnya, dampak tingginya harga sangat dirasakan travel agent karena menghambat penjualan paket tour dalam negeri. “Beberapa kali penumpang datang ke kantor. Cek tiket. Dengar harga Rp 1,9 juta – Rp 2,2 juta, mereka kaget,” katanya.
Terlebih lagi, penerapan tarif bagasi yang tinggi membuat 75% penumpang mengurungkan niatnya membeli tiket pesawat. “Sekarang ini semua tour& travel agent sangat merasakan dampak tingginya harga tiket. Tidak hanya mengeluhkan, tapi menjerit bahkan demo, tapi hasilnya ya, belum seperti yang diharapkan,” katanya.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Bismark SP Sitinjak, Sabtu (2/3/2019) mengatakan, jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumatera Utara melalui Bandara Internasional Kualanamu selama bulan Januari 2019 mencapai 280.839 orang, atau naik 9,04% dibanding bulan Desember 2018 yang mencapai 257.567 orang. Sementara itu jumlah penumpang angkutan laut naik secara fantastis, 134,29%.
Namum demikian jumlah penumpang yang berangkat Januari 2019 mencapai 280.839 orang, turun 24,7% dibandingkan dengan Januari 2018 sebesar 372.984 orang. Di sisi lain, penumpang domestik yang datang di Sumatera Utara bulan Januari 2019 mencapai 260.409 orang, atau turun 24,96% dibanding bulan sebelumnya sebanyak 347.015 orang.
Demikian pula selama Januari 2019 penumpang domestik yang datang mengalami penurunan sebesar 25,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 348.170 orang menjadi jadi 260.409 orang.
Penumpang angkutan udara tujuan luar negeri, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing, pada bulan Januari 2019 turun sebesar 8,09% dibanding bulan Desember 2018, yaitu dari 101.781 orang menjadi 93.545 orang.
Jumlah penumpang tujuan luar negeri selama Januari 2019 mencapai 93.5450 orang atau turun 2,68%. Kemudian Januari. 2019 mencapai 93.5.545 orang atau turun 2,68% dibandingkan tahun lalu di periode yang sama, yakni 96.121 orang.
Bismark mengatakan, jumlah penumpang angkutan laut antarpulau (dalam negeri) yang berangkat pada bulan Januari 2019 tercatat sebanyak 22.492 orang, naik 134,29% dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 9.600 orang.
Demikian pula jumlah penumpang yang berangkat selama bulan Januari 2019 mencapai 22.492 orang, atau naik 60,74% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang mencapai 13.993 orang. Jumlah penumpang yang datang pada bulan Januari 2019 tercatat sebanyak 10.731 orang, atau turun 30,98% dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 15.5480 orang. Sementara itu Januari 2019 jumlah penumpang yang datang mencapai 10.731 orang, mengalami kenaikan 122,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, 4.820 orang.
Jika dilihat dari transportasi barang melalui laut, selama bulan Januari 2019 angkutan barang antarpulau untuk kegiatan muat barang sebesar 139.289 ton, atau mengalami kenaikan 314,21% dibanding bulan Desember 2018 sebesar 33.628 ton. “Demikian pula jumlah barang yang dimuat selama bulan Januari 2019 mencapai 139.289 ton, atau naik 6.754,77% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 2.032 ton,” katanya.
Dia menambahkan untuk kegiatan bongkar barang pada Januari 2019 sebesar 455,8% dari 33.584 ton di akhir Desember kegiatan bongkar pada bulan 2019 mengalami kenaikan 465,8 % dari 333.548 ton di bulan Desember 2018 menjadi 1.887.433 pada bulan Januari 2019. Menurutnya, selama Januari 2019 barang yang dibongkar mencapai 1.887.443 ton. Mengalami kenaikan 1.208,64% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. [KM-05]














