MEDAN, KabarMedan.com | Mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (26/7/2019).
Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah segera menangani pencemaran di kawasan Danau Toba.
Koordinator aksi Hendra Manurung menilai, pemerintah belum menangani secara serius tentang pembangunan kawasan Danau Toba. Pasalnya, belum ada progres pembangunan di kawasan tersebut.
“Pasca ditetapkan menjadi Kawasan Strategis Nasional dilanjutkan dengan pembentukan Badan Otoritas Danau Toba melalui Perpres No. 49 tahun 2016, tetap tidak menunjukkan progres,” katanya.
Pengembangan sektor pariwisata kawasan Danau Toba, katanya, tidak memungkinkan jika sejumlah perusahaan masih mengekploitasi dan mencemarai Danau Toba.
Seharusnya langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah menghentikan seluruh aktivitas perusahaan yang merusak Danau Toba.
“Kita mendesak pemerintah untuk mencabut seluruh ijin usaha perusahaan perusak Danau Toba. Presiden Joko Widodo juga agar meninjau kembali Perpres No 49 Tahun 2016 karena tidak sesuai dengan tujuan pengembangan Kawasan Danau Toba,” jelasnya.
Mereka juga mendorong pemerintah kabupaten di kawasan Danau Toba untuk memprioritaskan upaya pelestarian kawasan Danau Toba.
“Cabut dan tidak menerbitkan izin-izin baru kepada perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan di kawasan Danau Toba,” cetusnya.
Massa membubarkan diri setelah bertemu dan menyampaikan tuntutan kepada Salman Kasubbag Hubungan Antar Lembaga Pemprov Sumut. [KM-03]














