Wagub Sumut Diberi Gelar Sutan Rajo Rangkayo Basa

MADINA, KabarMedan.com | Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah diberi gelar Sutan Rajo Rangkayo Basa oleh Lembaga Adat Kecamatan Natal, Kecamatan Mandailing Natal.

Pemberian gelar adat ini sekaligus dalam rangkaian acara Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram bersama Ustadz Abdul Somad pada Selasa (10/9/2019).
.
Pemberian gelar diawali dengan proses pemakaian baju adat natal dan tepung tawar yang dilakukan oleh pemangku adat, alim ulama dan dilanjutkan dengan upah upah.

Misdar yang begelar Datuk Ketek Sati Batuah, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Natal, mengatakan pemberian gelar kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah sebagai bentuk penghormatan atas kehadirannya di Kecamatan Natal.

“Dari kesepakatan seluruh suku yang ada di Natal, melalui musyawarah lembaga akhirnya kita beri gelar Sutan Raja Rangkayo Basa kepada Bapak Wakil Gubernur Sumatera Utara,” katanya.

Ia mengaku, Sutan Raja Rangkayo Basa diartikan sebagai tempat masyarakat untuk bersandar atau tempat berteduh.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat

“Sebagai definisi dari Sutan Raja Rangkayo Basa sesuai yang tadi, Batang Kayo Badaun Rimbun yang artinya sebagai tempat kita bersandar, tempat berteduh, bila hujan panas, tempat bersila khususnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan pemberian gelar ini, Ijeck resmi menjadi warga masyarakat Natal dan resmi diangkat Ninik Mamak di Nagari Nata.

“Dengan diberikannya gelar ini masyarakat Natal berharap bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan Sumatera Utara,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, mengatakan bahwa dengan adanya gelar ini membuktikan bahwa kehadirannya dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendapat tempat di tengah masyarakat Pantai Barat, Natal.

“Saya berterima kasih telah diberikan gelar Sutan Raja Rangkayo Basa, yang artinya ini adalah pengakuan dari masyarakat bahwa kita diterima di sini. Semoga dengan kehadiran kita di sini membawa manfaat bagi Kecamatan Natal dan Kabupaten Mandailing Natal,” jelasnya.

Acara dilanjutkan dengan tausyiah yang diisi Ustadz Abdul Somad. Ia menyatakan, ini adalah kali pertama ia memberikan ceramah dengan menggunakan pakaian adat.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

“Ini adalah kali pertama saya pakai baju adat. Biasanya saya pakai baju koko, batik, ini saya pakai baju adat khas Natal. Ini menunjukan betapa spesial Kecamatan Natal bagi saya,” cetusnya.

Dalam tausiyahnya, UAS kembali mengingatkan bahwa 10 Muharram sebagai momentum hijrah.

“Ini hari mulia untuk berbuat kebaikan. Layaknya Hijrah Nabi Musa pindah dari Mesir untuk membebaskan Palestina. Yang tadinya belum salat, sekarang salat. Yang belum berhijab, pakai jilbannya. Yang belum sedekah, yang belum mengaji, sekarang harus sudah kita lakukan,” tambahnya.

UAS juga kembali mengingatkan untuk menjaga generasi muda Islam.

“Kita jaga generasi muda kita, kita ajarkan mengaji, kita suruh anak perempuan pakai jilbab. Insya Allah, masa depan Islam yang gemilang ada di tangan pemuda kita,” pungkasnya. [KM-03]