PUSHAM Unimed Angkat Bicara soal Kericuhan di DPRD Sumut

MEDAN, KabarMedan.com | Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Negeri Medan (PUSHAM Unimed) menyikapi unjuk rasa elemen mahasiswa di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Medan, yang berujung kericuhan beberapa waktu lalu.

Kepala PUSHAM Unimed, Majda El Muhtaj, menilai hal itu harusnya tidak perlu terjadi. Ia mengimbau semua elemen mahasiswa dan aparat keamanan agar bisa sama-sama menahan diri, serta menghindari sikap-sikap emosional, eksesif dan anarkis dalam penyampaian pendapat.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

Di saat bersamaan aparat kepolisian juga harus mampu menunjukkan kesabaran, profesionalitas untuk merangkul adik-adik mahasiswa dalam dekapan penuh kasih sayang sebagai intelektual muda Indonesia.

“Tetap dalam kerangka menghormati proses penegakan hukum yang berkeadilan dengan menjunjung tinggi HAM,” sebut Majda di Medan, Jumat (27/9/2019).

Majda juga meminta aparat penegak hukum agar memberikan kesempatan baik dan mulia kepada mahasiswa untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri di masa-masa mendatang.

Baca Juga:  Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 KM Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

“Bapak Kapolda Sumut sangat memahami dinamika Sumut dan dengan penuh harap kiranya mampu membuka ruang-ruang penyelesaian dialogis dalam kemitraan positif yang partisipatif dan konstruktif dalam rangka mengayomi adik-adik mahasiswa kita,” jelasnya.

Seperti diketahui, pasca kerusuhan dalam unjuk rasa di Kantor DPRD Sumut, Selasa (24/9/2019), polisi sudah menetapkan 40 orang sebagai tersangka. Sementara 15 orang lainnya yang juga sempat menjalani pemeriksaan sudah dikembalikan kepada keluarganya. [KM-03]