Wagub Sumut Harapkan Generasi Muda Selalu Berinovasi

MEDAN, KabarMedan.com | Generasi milenial Sumatera Utara kembali disajikan acara milenial yang bertajuk ‘Milenial Fest Industri 4.0’.

Acara yang digelar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sumut ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, seperti Ketua PP Kagama yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pakar Smart City Universitas Gajah Mada Rini Rachmawati.

Para mahasiswa yang hadir sangat mengapresiasi acara yang gelar di Hotel Adimulia, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (3/10/2019). Acara dibuka secara resmi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

“Terimakasih Pak Gubernur, Kagama Sumut dan berbagai pihak terkait lainnya, yang telah menyelenggarakan acara yang berkualitas seperti ini,” ungkap Farouq, mahasiswa dari salah satu perturuan tinggi negeri di Kota Medan.

Ia mengatakan, kegiatan seperti ini harus menjadi agenda rutin di Sumut, karena sangat bermanfaat bagi generasi milenial seperti dirinya.

“Banyak ilmu dan informasi penting yang kita dapat di acara ini, karena itu kita berharap akan ada lagi acara seperti ini ke depannya,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan, generasi muda harus selalu berinovasi. Apalagi masa sekarang adalah masanya Industri 4.0 yang segalanya sudah berbasis digital. Ia berpesan pada para mahasiswa yang hadir agar selalu kreatif dan berinovasi, khususnya di bidang digital.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

Selain itu, untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, generasi muda juga harus memiliki kemampuan, kritis, kreatif, komunikatif, rasa ingin tahu yang tinggi, dan bertanggungjawab. Diharapkan generasi millenial dapat menjadi generasi yang membawa perubahan, khususnya di Sumatera Utara.

“Kita tidak bisa mengelak dari keadaan, saya harapkan mahasiswa kalian harus kreatif dan punya inovasi, kalau tidak bisa ketinggalan, jangan sampai jadi pembantu di rumah sendiri,” katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara telah berkomitmen mengoptimalkan sistem digital yang sudah dibangun sebelumnya. “Pemprov Sumut terus berupaya mengoptimalkan e-government, kita semakin tegas dan semakin utuh,” ujarnya.

Ketua PP Kagama Ganjar Pranowo mengatakan, rakyat hanya perlu pelayanan mudah, murah, dan cepat. Tiga hal tersebut harus dilakukan pemerintah. Untuk selanjutnya diimplementasikan dalam provinsi cerdas.

Ganjar mencontohkan, di era digital, pelayanan tersebut bisa juga dilakukan dengan media sosial. Waktu itu ia menggunakan media sosial seperti twitter. Sejak itu banyak pengaduan masuk ke twitternya. Bahkan ia meminta OPD Jateng gunakan medsos untuk menerima pengaduan masyarakat.

Baca Juga:  Bobby Nasution Tinjau Jalan Rusak di Galang, Pastikan Perbaikan Segera Dimulai dan Galian C Ilegal Ditutup

“Masalah pungli, layanan buruk, jalan rusak, orang tidak bisa sekolah, sekian banyak itu masuk ke data saya, dan selanjutnya staf mengolah data tersebut,” jelasnya.

Pakar Smart City Universitas Gajah Mada Rini Rachmawati mengatakan, ada 6 dimensi yang harus dipenuhi untuk mewujudkan Smart City maupun Smart Region. Di antaranya smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, serta smart environtment. Oleh sebab itu diperlukan perencanaan. “Menyusun master plan sangat penting sekali, dibutuhkan peran ahli perencanaan,” katanya.

Direktur Utama Gamatechno Muhammad Aditya Arief Nugraha mengatakan untuk mewujudkan smart city ataupun province, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Sekarang adalah era kolaborasi antar individu. “Inilah eranya crowd individu ke individu, banyak pihak, membangun smart city tidak mudah, smart city adalah ekosistem dengan banyak platform yang tujuannya melayani masyarakat agar kualitasnya meningkat,” katanya.

Millenial Fest Industri 4.0 diadakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Sumut. Diadakan mulai tanggal 3-5 Oktober 2019. Kegiatannya berupa pameran dan seminar. [KM-03]