Kisah Bayi Malang yang Dibuang di Perkebunan Kelapa Sawit

TEBINGTINGGI, KabarMedan.com | Bayi itu diberi nama Yumna yang artinya anak yang diberkati. Dokter Nababan dari Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi memberinya nama demikian.

Setelah lima bulan dirawat di rumah sakit, bayi yang dibuang orangtuanya diserahkan ke Pemko Tebingtinggi untuk diasuh.

Penyerahan dilakukan Kapolres Tebingtinggi, AKBP Sunadi kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi di Taman Musyawarah, Mapolres Tebingtinggi, pada Senin (4/11/2019).

Bayi berjenis kelamin perempuan itu dengan panjang 56 cm dan berat 2,8 kg.

Dengan penyerahan tersebut, kata pengurusan hak anak tersebut atau pun hal lain berkaitan dengan adopsi, diserahkan kepada Pemko Tebingtinggi, diwakili Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tebingtinggi, Nina Zahara.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Dorong Penambahan Event dan Skatepark di Sumut

“Anak ini belum ditindik, dan ada bekas luka gigitan semut di kepala dan kakinya saat dibuang oleh orangtuanya,” kata Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi, Senin sore (4/11/2019).

Penyerahan bayi disaksikan perwakilan dari Dinas Sosial Kota Tebingtinggi, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tebingtinggi, pihak Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi dan lainnya.

“Untuk mengadopsi anak ini, tentunya ada aturannya. Nanti akan diumumkan oleh Pemko Tebingtinggi,” katanya.

Sunadi menambahkan, bayi perempuan ini merupakan bayi yang ditemukan dua pekerja perkebunan di areal perkebunan kelapa sawit PT. PD Paya Pinang Afdeling I Blok 36 TM 2005, Desa Paya Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Senin (7/6/2019) sekitar pukul 10.05 WIB.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Saat itu, kedua pekerja itu mendengar suara tangis bayi dan saat dicari mereka terkejut menemukannya menangis di antara tanaman kelapa sawit.

Kedua pekerja itu terkejut dengan temuannya lalu melaporkannya ke Polsek Tebingtinggi. Setelah dicek, bayi tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan baru lahir.

“Bayi itu saat ditemukan masih hidup dan ada bekas luka gigitan semut,” pungkasnya. [KM-05]