Ekskavator Amfibi Batal Gali Kubur untuk Bangkai Babi

MEDAN, KabarMedan.com | Alat berat ekskavator amfibi tiba di Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan sekitar pukul 15.00 WIB. Alat ini yang ditunggu sejak pagi dan rencananya akan digunakan untuk menggali kubur untuk bangkai babi yang mengapung di Sungai Bedera dan Danau Siombak, Senin (11/11/2019).

Kedatangannya ekskavator terlambat. Air terlanjut pasang. Kerjanya akan sia-sia jika dipaksakan menggali. Ekskavator itu tiba dibawa dua orang berkacamata hitam di atasnya.

Yang satu berkacak pinggang, dan yang satu lagi serius mengoperasikanya. ‘Belalainya’ berkali-kali mencecah ke dalam air seperti mengetes kedalaman danau.

Ekskavator tiba di lokasi tempat berkumpulnya anggota dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Medan Labuhan, Satpol PP, Dinas Kebersihan, pihak kecamatan dan masyarakat setempat diiringi dengan kesibukan orang-orang memindahkan kendaraannya dari parkiran. Namun, ekskavator amfibi itu tidak akan menggali kubur lantaran air laut keburu pasang.

Baca Juga:  Bobby Nasution Pastikan Perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan, Pelaku UMKM Galang Optimistis Ekonomi Bangkit

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Armansyah Lubis, pihaknya sudah sepakat dengan pihak kecamatan untuk menunda menggali tanah. Padahal, sejak pagi petugas BPBD Kota Medan terus mengevakuasi ratusan bangkai ke titik yang akan dijadikan tempat menggali kubur.

“Tadi, setelah berkoordinasi dengan Camat Medan Marelan, terpaksa penguburan massal bangkai babi hari ini dibatalkan karena air pasang naik,” katanya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Tinjau Jalan Rusak di Galang, Pastikan Perbaikan Segera Dimulai dan Galian C Ilegal Ditutup

Rencananya, proses penguburan bangkai babi akan dilaksanakan pada Selasa pagi (12/11/2019). Sementara, petugas BPBD masih terus mengumpulkan bangkai babi ke titik penguburan.

Mengenai kedalaman kuburan, katanya, berdasarkan arahan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, kuburan minimal 2 meter karena kondisi bangkai sudah banyak yang busuk dan tinggal tulang belulang.

Pantauan di lokasi, akibat air pasang naik ini puluhan bangkai babi dari Sungai Bedera dan sampah terus masuk ke danau.

“Seperti diduga sebelumnya, air pasang pasti datang lagi bangkai lainnya,” demikian salah seorang warga. [KM-03]