Pemprovsu Ajukan Penambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi ke Kementerian Pertanian

MEDAN, KabarMedan.com | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk musim tanam kedua tahun ini.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, Joni H. Purba mengatakan, pengajuan penambahan alokasi kepada Kementerian Pertanian sudah dilakukan pada pekan lalu.

“Kita ajukan karena luas lahan pertanaman bertambah antara lima hingga sepuluh persen,” katanya, Selasa (12/11/2019).

Namun, realisasi pengajuan tersebut tergantung kebijakan Kementan, tetapi biasanya hal itu sudah diputuskan selambatnya dalam dua minggu.

Sepanjang penambahan alokasi belum direalisasikan, ia meminta petani untuk sementara menggunakan pupuk non subsidi. Hal itu sekaligus untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi.

Ia menjelaskan, Pemprov Sumut meminta Kementerian Pertanian menambah alokasi pupuk bersubsidi sekitar 55 ribu ton. Dengan perincian, pupuk urea sekitar 25 ribu ton dan NPK sekitar 35 ribu ton.

Baca Juga:  Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat

Alokasi tambahan pupuk bersubsidi akan didistribusikan ke Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Langkat, Asahan, Batubara dan Mandailing Natal, dengan komoditas utama padi dan jagung.

Sebelumnya, alokasi pupuk urea sekitar 115 ribu ton, SP sekitar 50 ribu ton, ZA sekitar 49 ribu ton, NPK sekitar 87 ribu ton dan pupuk organik sekitar 18 ribu ton, yang dipasok Pupuk Iskandar Muda dan Petrokimia Gresik.

Kurangnya alokasi pupuk bersubsidi tidak lepas dari peningkatan luas lahan pertanaman yang pada tahun ini ditarget menjadi 1,1 juta hektare. Target itu mengacu pada rata-rata perluasan lahan pertanaman di Sumut sebanyak 5-10 persen per tahun.

Ada pun musim tanam pertama Sumut adalah pada April-September dan masa tanam kedua pada Oktober-Maret. Karena itu, saat ini Sumut sedang menjalani masa tanam kedua.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Pada perkembangan terkini, tanaman pertanian dalam kondisi baik karena didukung hujan. Musim hujan sangat bagus untuk musim pertanaman.

Beberapa areal lahan pertanian yang berdekatan dengan rawa, seperti yang ada di Langkat, memang akan digenangi air yang berlebihan. Namun dalam waktu 1-2 hari air akan surut dan kondisi lahan akan kembali normal.

Pihaknya sendiri sejauh ini belum mendapatkan laporan adanya lahan pertanian yang mengalami puso akibat hujan. Hambatannya hanya dalam ketersediaan pupuk bersubsidi.

Ia mengatakan, setiap petani berhak mendapatkan pupuk bersubsidi dan dilarang untuk menjualnya kembali. Di Sumut sendiri, katanya, dipastikan selama ini alur penyalurannya sudah sesuai ketentuan, yakni dimulai dari produsen, distributor, kios resmi dan petani. [KM-05]