Gajah Sumatera di Kebun Binatang Medan Tidak Kekurangan Pakan

MEDAN, KabarMedan.com | Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan, Putrama Al Khairy menegaskan sumber makanan untuk gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) di Kebun Binatang Medan, tidak mengalami kekurangan pakan. Bahkan lebih dari cukup.

Hal tersebut dikatakannya kepada wartawan di sela-sela proses bedah bangkai (nekropsi) terhadap gajah Neneng yang mati pada Sabtu siang tadi (25/1/2020) sekitar pukul 10.20 wib. Dikatakannya, di Kebun Binatang Medan ini ada 2 ekor gajah betina, Neneng (55) dan Siti (51).

Gajah Neneng, kata dia, didatangkan dari Aceh sedangkan Siti dari Taman Hutan Raya (Tahura) sejak 15 tahun yang lalu. Kedua gajah itu diberi makan standar sesuai yang disarankan dokter hewan yang menangani satwa di Kebun Binatang Medan yang luasnya sekitar 30 hektaee itu.

“Di luar makanan yang sudah menjadi jatahnya, gajah ini juga main-main di 30 hektare lahan kita ini. Di situ dia dapat makanan tambahan,” katanya, Sabtu sore (25/1/2020).

Baca Juga:  Polres Sergai Tangkap Kades Tanjung Harap Diduga Lakukan Penipuan

Selain itu, ada warga yang sudah menganggap gajah Neneng dan Siti sebagai anaknya sehingga secara rutin memberikan hadiah makanan berupa buah dan juga jamu, yang tetap dalam pengawasan pihak Kebun Binatang.

Dia tidak membantah bahwa gajah di Kebun Binatang Medan ini memang menjadi tunggangan pengunjung khususnya pada saat hari libur.  Di luar hari libur, kedua gajah lebih banyak bermain di areal kebun.

“Untuk tunggangan itu kan pas hari libur gini aja. Selebihnya kan banyak main-main di 30 hektare tempat kita ini,” katanya.

Dijelaskannya, untuk menunggang gajah, tarif yang diberlakukan kisaran Rp 5000- Rp 10.000/orang. Umumnya yang menunggang adalah anak-anak. Terkait hal tersebut dia mengaku prihatin karena menurutnya hanya yang negatif saja yang dilihat di Kebun Binatang Medan

“Kita prihatin juga, hanya yang negatif saja semua yang di kebun binatang kita. Kalau mau melihat langsung hewan-hewannya bagus. hanya infrastruktur saja. Keuangannya tidak memadai. Silakan cek,” katanya.

Baca Juga:  Polres Sergai Tangkap Kades Tanjung Harap Diduga Lakukan Penipuan

Dia menambahkan, teman-temannya di Kebun Binatang Medan yang menangani gajah Neneng  sejak semalam sebelumnya sudah berupaya keras hingga tidak tidur dan membuat tenda meskipun gajinya tidak seberapa.

“Teman-teman sudah berusaha keras. Tidak tidur itu dari semalam, buat tenda. Gajinya tidak seberapa. Hanya 2 jutaan. Artinya kita tidak ini, tapi hantamannya luar biasa. Sebenarnya ini milik kita bersama, bagaimana ini bisa maju dan bagus lah kalau semua care,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, gajah Neng (55) mati pada Sabtu (25/1/2020) sekitar pukul 10.20 wib. Tim dokter hewan di Kebun Binatang Medan kemudian melakukan nekropsi atau bedah bangkai gajah Neneng pada Sabtu siang.

Nantinya, setelah selesai dilakukan nekropsi, bangkai gajah Neneng akan langsung dikubur tak jauh dari lokasi nekropsi menggunakan alat berat. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.