Kupu-kupu merupakan fauna utama yang dikonservasi di kawasan ini. Penangkarannya terdapat pada kawasan Bantimurung dan dibangun dalam konsep Taman Kupu-Kupu. Gerbang masuknya dihiasi oleh patung kupu-kupu raksasa berwarna hitam hijau kebiruan yang cantik, nampak sebagai raja kupu-kupu sedang menyambut kedatanganmu.
Untuk memaksimalkan fungsi konservasi sebagai media pelestarian dan edukasi, Taman Nasional Babul memiliki Museum Kupu-Kupu. Di dalam sini, terdapat beragam etalase yang berisi kupu-kupu yang diawetkan. Masing-masing kupu-kupu mewakili spesiesnya. Konon, banyak kupu dalam koleksi museum ini yang diambil dari Danau Kassi Kebo yang adalah habitat utama kupu-kupu di Taman Nasional Babul.
Taman Nasional Babul sebagai destinasi wisata juga memiliki keindahan air terjun, sungai dan hutan dengan vegetasi tropikal yang masih terjaga. Kondisi alam inilah yang membuat kupu-kupu dapat hidup dengan subur di sini. Sebab, kupu-kupu memang dikenal gemar hidup dekat sumber air berkelembaban tinggi dengan vegetasi yang masih asri alami.
Tentu air terjun dan sungai yang terdapat di dalam taman nasional ini juga tak sekadar pajangan. Para pengunjung diperbolehkan untuk berjalan-jalan di sekitarnya maupun menyegarkan diri dengan mandi. Kesegaran mandi air terjun di Taman Nasional Babul ini jelas semakin istimewa dengan kupu-kupu yang centil berkeliaran mengintip kita.
Jika kamu tertarik untuk membawa pulang kupu-kupu yang cantik tersebut, ternyata tidak perlu menangkap dan menyelundupkannya dalam tasmu. Ada cara yang lebih legal dan pastinya tidak merusak habitan serangga cantik tersebut.
Caranya adalah dengan berbelanja sovenir kupu-kupu di toko yang terletak dekat pintu keluar Taman Nasional Babul. Tetap konsisten dengan konsep perlindungannya, kupu-kupu yang dijadikan sovenir ini merupakan kupu-kupu yang mati secara alami di kawasan konservasi tersebut.













