MEDAN, KabarMedan.com | Pencapaian omzet di PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan hingga bulan April 2016 mengalami kenaikan.
Untuk gadai konvensional Rp 2.193.673.100.000, emasku Rp 364.630.250, gadai flexi Rp583.920.000, krasida Rp11.300.300.000, kreasi Rp 30.090.400.000, kresna Rp5.394.000.000, dan mulia Rp5.924.063.559.
“Untuk gadai syariah berupa rahn Rp 742.022.140.000, kredit mikro amanah Rp 2.305.700.000, arrum Rp16.033.700.000, emasku Rp34.905.450, dan mulia Rp 2.004.114.647,” kata Kepala Kantor Pegadaian Wilayah I Medan Ketut Suhardiono melalui Kepala Humas Lintong P Panjaitan, Rabu (11/5/2016).
Untuk Outstanding loan (sisa uang pinjaman) sampai dengan bulan April 2016 untuk gadai konvensional Rp1.693.779.890.000, kredit mikro emasku Rp778.908.565, flexi Rp 13.200.000, krasida Rp17.312.686.264, kreasi Rp86.173.972.574, kresna Rp 39.255.104.066, krista Rp985.316.580, dan mulia Rp7.698.544.064.
“Sedangkan untuk gadai syariah rahn Rp 468.823.000.000, amanah Rp 4.891.355.797, arrum Rp31.983.638.379, emasku Rp115.986.526, dan mulia Rp 2.539.446.255,” ujarnya.
PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan juga mempersiapkan dana berapapun yang dibutuhkan masyarakat.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan kredit pada bulan Mei tahun 2016. Apalagi, saat ini kebutuhan untuk modal usaha dan kerja cukup tinggi.
“Saat ini yang menjadi nasabah PT Pegadaian terdiri dari PNS, BUMN, Pedagang, ibu rumah tangga, mahasiswa, supir, petani dan lain sebagainya,” jelasnya.
Lintong mengatakan, setiap cabang maupun unit PT Pegadaian banyak dipenuhi oleh nasabah dan calon nasabah datang menggadaikan perhiasan, BPKB maupun pengajuan kredit emas mulia.
“Permintaan modal kerja ini cukup meningkat setiap bulannya dari setiap cabang maupun unit,” ungkapnya.
Saat ini, kata Lintong, PT Pegadaian juga sedang gencar-gencarnya memasarkan kredit emas batangan ke setiap lembaga/instansi pemerintah dan swasta dan ibu-ibu arisan maupun pengajian.
“Pegadaian juga telah menerima iuran BPJS dari masyarakat, pembayaran listrik maupun token, iuran telepon, pulsa, tiket kereta, pengiriman uang (western union), kredit mikro, iuran televisi, kredit program kemitraan dan bina lingkungan, kredit amanah untuk kredit kepemilikan kendaraan bermotor,” pungkasnya. [KM-03]














