BI : Kenaikan Harga BBM Pengaruhi Tingkat Inflasi Kota Medan

KABAR MEDAN | Sejalan dengan peningkatan inflasi nasional, inflasi Kota Medan pada Desember 2014 meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya akibat dampak penyesuaian harga BBM bersubsidi pada pertengahan November 2014 lalu. Inflasi nasional meningkat dari 1,5% (mtm) di November 2014 menjadi 2,46% (mtm) di Desember 2014. Sedangkan inflasi Kota Medan pada Desember 2014 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya, yaitu dari 1,75% (mtm) menjadi 2,53% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, realisasi inflasi tahunan Kota Medan pada Desember 2014 tercatat sebesar 8,24% (yoy).

“Peningkatan tekanan inflasi di kota Medan pada bulan Desember 2014 terutama disumbang oleh peningkatan inflasi kelompok administered prices,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Subintoro, dalam siaran pers yang diterima KabarMedan.com.

Menurutnya, tekanan inflasi pada kelompok administered prices tersebut disumbang oleh komoditas bensin (andil sebesar 0,73%), angkutan dalam kota (andil sebesar 0,70%), tarif listrik (andil sebesar 0,17%), dan angkutan udara (andil sebesar 0,07%). Peningkatan harga kelompok administered prices tersebut sebagai dampak langsung maupun dampak lanjutan (first and passthrough impact) kebijakan kenaikan harga BBM Bersubsidi oleh Pemerintah Pusat, baik premium maupun solar sebesar Rp2.000/liter, pada tanggal 18 November 2014 lalu yaitu sebesar 30,77% untuk premium (dari Rp6.500,- menjadi Rp8.500,-) dan sebesar 36,36% untuk solar (dari Rp5.500,- menjadi Rp7.500,-).

Secara keseluruhan, kenaikan harga BBM memberikan dampak langsung dan tidak langsung melalui kenaikan tarif angkutan terhadap inflasi di November dan Desember 2014 sekitar 2,55%.

“Kelompok volatile foods juga menjadi penyumbang inflasi pada bulan Desember 2014 terkait keterbatasan pasokan,” katanya.

Cabai merah merupakan komoditas penyumbang terbesar inflasi kelompok volatile foods dengan andil 0,25%, diikuti dengan komoditas beras dengan andil 0,08%. Peningkatan harga komoditas cabai merah hanya terjadi di Kota Medan terkait meningkatnya harga cabai merah di Jawa hingga di atas Rp100.000,- yang mendorong distributor lebih tertarik untuk mengirim cabai lokal ke Jawa.

Sedangkan, komoditas beras mengalami peningkatan harga di 4 (empat) kota IHK di Provinsi Sumatera Utara sejalan dengan masuknya musim tanam. Di sisi lain, sayur-sayuran seperti kentang, wortel, dan sawi hijau mengalami penurunan harga. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa dampak kenaikan harga BBM terhadap harga komoditas bahan makanan masih terkendali.

“Kenaikan tekanan inflasi kelompok inti pada Desember 2014 masih terbatas yang terindikasi dari kenaikan inflasi kelompok inti yang tidak sebesar kelompok administered prices dan volatile foods, jelas Subintoro.

Inflasi kelompok inti mencapai 5,55% pada Desember 2014, mengalami peningkatan dari 3,57% di bulan sebelumnya seiring dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Sementara itu, ekspektasi inflasi diperkirakan masih cukup terjaga. Secara spesifik, hal tersebut tercermin dari Survei Penjualan Eceran yang dilakukan oleh Bank Indonesia dimana pedagang ritel berkeyakinan bahwa harga barang dan jasa akan stabil untuk 3 bulan dan 6 bulan yang akan datang. Hal ini disebabkan dampak kenaikan harga BBM akan relatif berkurang pada tahun 2015. Di sisi lain, tekanan kenaikan permintaan akhir tahun diperkirakan relatif minimal pada Desember 2014 yang berdampak pada terjaganya inflasi kelompok inti

“Ke depan, tekanan inflasi diperkirakan menurun sejalan dengan penurunan harga BBM dan membaiknya pasokan. Sebagaimana diketahui, pemerintah menurunkan harga BBM premium dari Rp 8.500,- menjadi Rp 7.600,- dan solar turun dari Rp 7.500,- menjadi Rp 7.250,- sejalan dengan penurunan harga minyak dunia,” lanjutnya.

Dengan perkembangan tersebut, harga BBM non subsidi (Pertamax) juga mengalami penurunan. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas inflasi dan pencapaian sasaran inflasi nasional yang ditetapkan sebesar 4 ±1% pada 2015. Dalam kaitan ini, TPID Provinsi Sumatera Utara dan TPID Kota Medan berkomitmen untuk meningkatkan peran TPID dalam rangka pengendalian inflasi, kestabilan harga dan keterjangkauan pasokan komoditas. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.