MEDAN, KabarMedan.com | Kementrian Kesehatan berencana memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga sebagai booster yang akan dimulai pada Januari 2022. Penyuntikan dosis ketiga ini baru akan dilakukan apabila populasi yang sudah divaksin dosis kedua mencapai 50 persen.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyuntikan dosis kedua vaksin kepada separuh masyarakat ditargetkan selesai pada Desember 2021.
“Semua negara yang memulai booster itu dilakukan sesudah 50 persen penduduknya disuntik dua kali. Dan kita perkirakan ini akan terjadi di bulan Desember,” ujar Budi Gunadi dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, dikutip dari Detikhealth.com, Senin (15/11/2021).
Walau begitu, nantinya vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster akan berbayar dan tidak gratis, seperti vaksin dosis satu dan dua sehingga bagi siapapun yang hendak mendapat vaksin booster harus membayar.
“Rencananya ke depan sudah dibicarakan dengan Bapak Presiden adalah ini pertama prioritasnya lansia dulu, karena lansia tetap yang berisiko tinggi. Kedua, baru yang akan ditanggung biayanya oleh negara adalah yang peserta PBI,” jelas Budi.
Budi menuturkan, vaksin booster hanya akan digratiskan untuk masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan lansia. Selain itu, diharuskan membayar.
Sementara itu, berdasarkan data yang dikutip dari UNICEF, inilah perkiraan harga vaksin jika nantinya masyarakat diharuskan membayar:
- Sinovac
Harga untuk Sinovac di Indonesia adalah US$13,6 atau sekitar 193 ribu rupiah dengan asumsi Rp14.253/US$. Harga ini berbeda-beda di setiap negara. Harga Sinovac di Brasil, Filipina, hingga Ukraina berkisar antara 10 sampai 18 US$ atau senilai 142 hingga 255 ribu rupiah.
- Sinopharm
Vaksin Sinopharm digunakan oleh sejumlah negara seperti Argentina, China, Hungaria hingga Kazakhstan dan Indonesia. Harga vaksin ini pun bervariasi di setiap negara. Dimana Argentina adalah yang termurah yaitu seharga 9 US$ atau sekitar 127 ribu rupiah.
Sementara yang paling mahal ada di Hungaria yaitu sekitar 36 US$ atau 511 ribu rupiah per dosisnya. Di Indonesia sendiri, vaksin Sinopharm telah dipakai untuk program Vaksin Gotong Royong dan pemerintah menetapkan harga vaksin Sinopharm sebesar 321.660 per dosisnya.
- AstraZeneca
Vaksin AstraZeneca digunakan di Uni Eropa, Amerika Serikat, Kolombia, Brasil hingga India, termasuk Indonesia. Harganya sekitar 2,19 hingga 4 US$ atau sekitar 310 hingga 567 ribu rupiah.
- Moderna
Di Amerika Serikat, vaksin Moderna dijual seharga 15 US$ atau sekitar 213 ribu rupiah. Sementara di Uni Eropa menetapkan harga untuk Moderna sebesar 18 US$ atau sekitar 255 ribu rupiah. Di Argentina sendiri harganya mencapai 21,5 US$ atau 305 ribu rupiah.
- Pfizer
Harga Pfizer paling mahal diterapkan Uni Eropa yaitu sebesar 23,15 US$ atau sekitar 329 ribu rupiah per dosis. Di Amerika Serikat, Pfizer dibanderol dengan harga 19,5 US$ atau sebesar 277 ribu rupiah. Sementara di Afrika Selatan harga vaksin Pfizer dibanderol sebesar 10 US$ atau 142 ribu rupiah per dosisi. [KM-07]














