Cacar Monyet Jadi Darurat Global, Pemerintah Indonesia Diminta Segera Merespons

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Pemerintah Indonesia diminta segera merespons pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memutuskan cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan secara global.

“Saya kira apa yang disampaikan WHO dengan menjadikan cacar monyet sebagai darurat kesehatan secara global tentu kita harus segera merespons,” ucap Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo, dilansir dari Suara.com, Senin (25/7/2022).

Direktorat Jenderal WHO, Tedros Adhanom Gebreyesus menyebutkan, sebulan lalu ada 3.040 kasus cacar monyet dari 47 negara yang telah dilaporkan ke WHO.

Baca Juga:  Diduga Menipu, Direktur PT Anta Solusi Adikarya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Hingga kini, wabah terus berkembang hingga mencapai 16 ribu kasus yang dilaporkan dari 75 negara dan terdapat lima orang meninggal dunia.

Rahmad mengatakan, Indonesia harus menjadikan kasus cacar monyet yang ditemukan dari Afrika kemudian di Eropa sebagai peringatan.

“Ini menunjukkan memang sebagai sebuah alarm untuk seluruh dunia, termasuk Indonesia, karena begitu cepat penularannya. Meskipun belum jadi pandemi, ini sudah menjadi darurat kesehatan tentu kita harus bersikap,” ujar Rahmad.

Pemerintah Indonesia diminta segera berkooerdinasi dengan WHO, terutama terkait langkah-langkah antisipasi agar penyakit tersebut tidak masuk ke Indonesia.

Baca Juga:  Diduga Menipu, Direktur PT Anta Solusi Adikarya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

“Meskipun harus diakui, kemungkinan potensi masuk ke Indonesia itu pasti ada, mengingat sudah menyebar ke berbagai negara,” tuturnya.

Meski penyakit tersebut telah ditemukan vaksinnya, pemerintah Indonesia diminta tetap waspada.

“Bagi pemerintah Indonesia meskipun ini penyakit lama dan sudah ada vaksinnya kita tidak boleh kecolongan, tidak boleh teledor apalagi menganggap hal ini sebagai sebuah kejadian yang biasa,” tandasnya. [KM-07]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.