MEDAN, KabarMedan.com | Conservation International Indonesia (CII) menggelar pelatihan kepada 25 orang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan kader petani, di perkebunan PTPN III Batang Toru, Sumatera Utara.
Pelatihan yang diadakan pada 27 Agustus hingga 1 September 2018 ini, dilakukan untuk peningkatan kapasitas pelaksanaan kegiatan sekolah lapangan.
Isne Manalu, District Program Coordinator Conservation International Indonesia mengatakan, saat ini produktivitas perkebunan kelapa sawit masyarakat sekitar 10-12 ton per hektare per tahun. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan petani dalam perawatan kebun yang baik.
“Dengan adanya pendampingan petani sangat berpotensi untuk meningkatkan produktivitas 10-15 persen . Selain peningkatan hasil perlu juga menerapkan cara berkebun yang memperhatikan kelestarian alam,” katanya, Sabtu (1/9/2018).
Targetnya di tahun 2018 ada 350 petani swadaya kelapa sawit yang berkebun di kawasan Area Pengguna Lain (APL), didampingi untuk menerapkan prinsi-prinsip perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sebagai bagian program GGP- UNDP.
Salah satu peserta, Ramadianto (PPL Kecamatan Batang Toru) mengatakan, setelah kegiatan ini pihaknya akan membagi ilmu kepada petani lainnya. Harapannya petani mampu menerapkan cara budidaya kelapa sawit yang baik, untuk bisa mendapatkan sertifikasi ISPO. “Salah satu tantangan adalah biaya sertifikasi yang cukup mahal. Kedepannya perlu adanya dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Iswal Parningotan, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Tapsel mengatakan, PPL pertanian baru pertama kali mendapat pelatihan yang insentif dari perkebunan kelapa sawit, bahkan langsung praktik di kebun. [KM-03]














