DENPASAR, KabarMedan.com | Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers menggelar “Pelatihan Produksi dan Strategi Konten Kreatif Perusahaan Pers pada Platform YouTube” di Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar, Selasa (9/12/2025).
Acara ini diikuti perwakilan media dari Bali, maksimal tiga peserta dari tiap perusahaan pers, sebagai upaya meningkatkan kapasitas jurnalis dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Kegiatan dibuka oleh Pemimpin Umum Bali Post yang juga anggota Dewan Pers periode 2007–2013, ABG Satria Naradha, dilanjutkan pemaparan dari Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi, serta Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat.
Dalam sambutannya, Dahlan Dahi menegaskan bahwa industri media sedang berada pada persimpangan besar akibat tiga gelombang perubahan: internet, artificial intelligence (AI), dan emergent generative technologies (EGT).
“Tiga hal besar ini mengubah cara kita mencari, mengolah, dan mendistribusikan informasi. Ini bukan sekadar improvement, melainkan fundamental shift,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa AI kini tidak hanya memahami kata kunci, tetapi mampu membaca konteks, menganalisis struktur artikel, hingga mengidentifikasi elemen penting dalam konten audio-visual. Dahlan juga menyoroti perkembangan Agent AI, teknologi yang memungkinkan sistem tidak hanya mengambil keputusan, tetapi juga melakukan tindakan otomatis.
“Ini akan mengubah pola kerja jurnalis dan perusahaan media. Kita harus bersiap,” katanya.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, dalam paparannya menilai perkembangan teknologi digital dan AI sebagai “silent revolution” yang memengaruhi peradaban secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa setiap perubahan besar dalam sejarah selalu dimulai dari guncangan, namun tetap mengarah pada kemajuan.
“Teknologi digital adalah game changer. Meski awalnya membingungkan, pada akhirnya masyarakat akan menemukan pola baru yang lebih matang,” ujarnya.
Komaruddin juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar manusia dalam memanfaatkan teknologi, seperti kebenaran, kebaikan, keindahan, kedamaian, dan kemerdekaan berpikir.
“Kita jangan sampai hanya menjadi pembeli yang didikte algoritma global. Media tetap harus memegang kendali sebagai bagian dari pekerja kebudayaan dan peradaban,” tambahnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah materi strategis yang dibawakan oleh 3 narasumber, antara lain Meningkatkan Pendapatan Perusahaan Pers dan Monetisasi YouTube oleh Rosarita Niken Widiastuti dari Dewan Pers.
Narasumber kedua, Fitur Baru YouTube & Strategi Pertumbuhan Kanal Berita oleh Isabella Wibowo. Dan ketiga Manajemen Konten Kreatif dan Traffic oleh Pemred Tribun Bali, Komang Agus Ruspawan.
Acara ini menjadi salah satu program re-skilling Dewan Pers untuk meningkatkan literasi AI di kalangan jurnalis. Diharapkan, peserta dapat mengoptimalkan teknologi untuk produktivitas sekaligus menghasilkan konten kreatif yang relevan bagi audiens digital.














