Dinas P2K Medan Akan Bangun Aplikasi e-Damkar

MEDAN, KabarMedan.com | Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, Albon Sidauruk membuat terobosan baru. Dimana, Dinas P2K Medan akan membangun aplikasi e-Damkar dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan adanya aplikasi e-Damkar, akan mempermudah pihaknya dalam melakukan penyuluhan, serta mempermudah masyarakat dalam melaporkan terjadinya peristiwa kebakaran.

“Nantinya dengan adanya aplikasi e-Damkar, masyarakat tinggal download di Playstore, lalu bisa melaporkan terjadinya kebakaran, serta bisa membaca sosialisasi penyuluhan,” katanya, Senin (15/7/2019).

Dinas P2K Medan saat ini memiliki 34 armada dengan rincian 30 mobil semprot tanki, dan empat unit mobil tangga. Sedangkan jumlah personel sebanyak 92 orang yang dibagi dalam tiga shift, disebar di empat pool, yakni Kantor Dinas P2K di Jalan Borobudur, Amplas, KIM, dan Belawan.

Baca Juga:  Bobby Nasution Tinjau Jalan Rusak di Galang, Pastikan Perbaikan Segera Dimulai dan Galian C Ilegal Ditutup

“Jumlah personel yang dimiliki masih kurang. Belum ada rencana penambahan, karena Pemko Medan sendiri saat ini melakukan pengurangan tenaga outsourcing,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, penyebab utama terjadinya kebakaran di Medan akibat arus pendek dan kompor gas meledak. Ia mengimbau masyarakat untuk memperhatikan usia instalasi listrik.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari AKLI, idealnya usia instalasi listrik 20-25 tahun. Jika sudah lebih, masyarakat diimbau untuk memperbarui,” jelasnya.

Baca Juga:  Terima Aspirasi Pendukung MBG, Bobby Nasution Siap Teruskan Petisi Masyarakat Sumut ke Presiden Prabowo

Kemudian terkait kompor gas, untuk mencegah terjadinya kebakaran, masyarakat diimbau untuk membuat tempat khusus. Albon juga mengatakan jumlah penelepon iseng yang menghubungi operator telepon Dinas P2K, persentasenya cukup kecil.

Ditambah dengan kemajuan teknologi saat ini, serta teknik yang dimiliki, operator telepon Dinas P2K Medan tidak akan mudah terkecoh.

Sebelum turun operator akan terlebih dahulu melakukan pengecekan ke kepling atau lurah setempat untuk memastikan terjadinya kebakaran, pungkas Albon. [KM-03]