Disbudpar Sumut Rangkul dan “Peluk” Film HAS

MEDAN, KabarMedan.com  |  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara menyatakan dukungan terhadap produksi Film Haji Asrama (HAS), sebagai bagian dari upaya mempromosikan entitas wisata daerah ini.

“Saya punya tekad agar Disbudpar Sumut merangkul dan memeluk Film HAS, karena film ini sebenarnya tugas kami untuk mengembannya. Selain punya nilai seni yang berkualitas, diharapkan juga menjadi komoditi pariwisata. Ada beberapa entitas wisata yang sepatutnya bisa diakomodir,” kata Kepala Disbudpar Sumut, Dr. Hidayati, saat bertemu dengan sutradara, produser, artis dan kru Film HAS, di Sajian Bhinneka Restaurant Medan pada Rabu 28 Maret 2018.

Hidayati berharap, agar bagaimana Film HAS bisa memvisualisasikan dan mempromosikan keragaman dan budaya Sumut.

“Bukan sekadar menceritakan, tapi juga menunjukkan. Bagaimana agar budaya bisa menjadi komoditi pariwisata, termasuk film ini. Rasidah (kue khas Melayu, red) kita angkat sebagai kuliner heritage. Ini sangat bagus,” ujarnya.

Hidayati menyatakan, keinginannya untuk bersama-sama sineas lokal untuk menghidupkan perfilman Sumut.

“Insha Allah, HAS akan kita fasilitasi sampai selesai produksi. Jangan mikir yang lain lagi. Saya sudah tahu dan pelajari gagasan kawan-kawan dalam membuat Film HAS ini sejak setahun lalu,” ungkap Hidayati yang juga General Manager Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP GKT) ini.

Baca Juga:  MTQ ke-40 Sumut Resmi Dibuka, Bobby Nasution Ajak Implementasikan Nilai Alquran dalam Pembangunan

Intinya, Disbudpar Sumut mendukung Film HAS sebagai produksi yang akan mempromosikan pariwisata Sumut.

“Kita mengusahakan bagaimana ini bisa menjadi yang terbaik. Bagaiman kita bisa mengemas film ini menjadi trendsetter yang baik bagi Sumatera Utara,” cetusnya.

Sutradara Film HAS, Onny Kresnawan mengatakan keharuannya bisa mendapat dukungan dari Disbudpar Provsu.

“Boleh dibilang, saya dan kawan-kawan adalah orang yang tahu diri, dan tak tahu diuntung atau mungkin tak tahu malu, sebab ingin buat film tapi gak punya duit. Cuma ngandalin komitmen serta keahlian dan gagasan yang terukur dan kemudian harus berjuang panjang untuk mewujudkannya,”  jelas Onny didampingi Line Produscer, Ilhamsyah, Co.Producer Sri Wahyuni Nukman, deretan artis Yan Amarni Lubis, Ladhiba Ayusa,  Angelista Wulandari dan media officer, Fachriz Tanjung.

Sebagai seorang sineas professional, Onny mengaku sebenarnya bisa memfokuskan diri untuk menggarap proyek-proyek pesanan dari klien, baik itu film dokumenter, film pendek, company profile, iklan atau pesanan TV program dari FTV, dimana semua pendanaan produksi, tema serta konsep, sudah jelas.

Baca Juga:  Bobby Nasution Larang ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Gunakan Vape

“Tapi kali ini kami justru ingin berbeda. Berbeda ingin lebih baik dari sebelumnya. Buat film yang berstandart produksi layar lebar dengan warna kedaerahan dan film yang ide ceritanya bukan dari pesanan,” tambah Onny yang juga Koordinator Komite Film Dewan Kesenian Sumatera Utara ini.

Onny bersyukur karenaFilm HAS telah menemukan jodohnya. “Dari tak tahu diuntung, akhirnya HAS sekarang sudah menemukan jodohnya,” akunya.

Disebutkan, Film HAS berkisah tentang dua karakter yang bertolakbelakang, Mahmud dan Burhan, diantara perjalanan dunia dengan spiritual dalam proses &mencari& Tuhan.

Dengan dibalut muatan moralitas, spiritual serta humanis yang khas, Film HAS juga dikemas dengan nuansa jenaka gaya Medan yang plural serta seni, budaya dan keindahan alam yang mungkin luput dari banyak orang. [KM-03]