Finalis Indonesia Youth Icon 2018 Diberi Pembekalan Ilmu Bisnis Ritel

MEDAN, KabarMedan.com | PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) cabang Medan kedatangan tamu dari para Finalis Indonesia Youth Icon 2018, Rabu (24/10/2018).

Sekitar 120 peserta hadir di Alfamidi kantor cabang Medan. Finalis Indonesia Youth Icon ini adalah para pelajar / mahasiswa hasil seleksi dari 20 provinsi di Indonesia.

Proses kegiatan seleksi bertujuan untuk mencari kadek-kader muda yang cinta NKRI dan memiliki jiwa bela Negara. Kegiatan ini dibawah naungan Yayasan Bangga Jadi Indonesia.

Alfamidi diberi kesempatan untuk menjadi tempat berbagi ilmu seputar dunia bisnis retail, serta tantangan karir. Para peserta finalis tersebut sangat luar biasa antusiasnya. Dari 3 agenda acara yang ada, mereka selalu aktif dan cukup kristis, baik dalam melontarkan pertanyaan atau saat menjawab berbagai pertanyaan dari narasumber.

Rudy Widodo, Branch Manager Alfamidi mengatakan, Alfamidi sebagai salah satu Industri ritel modern merupakan industri padat karya, sangat membutuhkan sumberdaya yang handal.

“Kendalanya adalah kebutuhan dan peminat yang cukup tinggi, namun tantangan kami adalah bagaimana mendapatkan calon tenaga kerja yang sudah siap pakai, memiliki kompetensi tinggi dan tentunya dengan perilaku yang baik,” katanya.

Rudy Irwansyah, Marketing Manger Alfamidi Medan, memaparkan dengan detail mengenai perkembangan Alfamidi dan prospek bisnis ritail di Indonesia.

“Pelayanan dan efisiensi merupakan hakekat dari bisnis retail. Alfamidi selalu menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, karena Alfamidi tanpa pelanggan bukan siapa-siapa. Alfamidi sangat berterima kasih, sebelas tahun kami tumbuh berkembang berkat pelanggan,” ujarnya.

Eko Setyo Putro, People Development Manager Alfamidi Medan, mengatakan perkembangan bisnis retail saat ini dirasakan semakin tinggi, begitu juga dengan tingkat persaingannya. Untuk itu, kunci perusahaan agar bertahan hidup dan memenangkan persaingan, serta mencapai kemajuan terletak pada kekuatan sumber daya manusia.

“Hal yang tepat yang dilakukan oleh para finalis untuk tetap berprestasi, baik di bidang akademis atau pun di non akademis (keorganisasian) sehingga akan lahir sumber daya manusia yang memiliki etos kerja, kreativitas, dan inovasi yang tinggi ketika kita memasuki dunia pekerjaan,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan pemaparan alur bisnis proses di ruang kelas, seluruh finalis juga di bagi kelompok dan pandu para mentor dari staff Alfamidi untuk keliling (tour) di area DC (distribution center). Harapannya perserta semakin lengkap ilmunya, tidak hanya mengerti apa itu dunia retail, tapi juga mengerti bagaimana rantai distribusi barang (supply chain) di Alfamidi. [KM-03]