Grace Natalie Tuding Relawan Anies Pelaku Pengeroyokan, Ungkap Sosok Informan

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mencurigai relanan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai pelaku penganiayaan Ade Armando saat aksi demo di Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022) lalu.

Grace bahkan tak segan mengaitkan peristiwa itu dengan penumpang gelap yang kebanyakan adalah anggota FPI dan HTI.

Tudingan itu berdasarkan sebuah tangkapan layar percakapan grup WhatsApp dengan nama Relawan Anies Apik 4.

Dalam grup tersebut terdapat sebuah foro seseorang yang menurutnya bukan mahasiswa melainka pria berusia di atas 45 tahun.

Dalam pesannya, pria itu memberi tahu akan sosok Ade Armando yang ada di area demonstrasi.

“Saya perkirakan di atas 45 tahun melaporkan kehadiran Ade Armando di akse demo dan dia minta tolong agar informasi ini diteruskan ke massa aksi dengan tujuan agar massa menggeruduk Ade Armando,” ucap Grace, dikutip dari Suara.com, Kamis (14/4/2022).

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Grace mengatakan, apabila pria tersebut benar merupakan relawan Anies, maka percakapan yang ada di grup WA tersebut juga memiliki keterkaitannya antara relawan Anies Apik 4 dengan penumpang gelap aksi demo.

Ia mengaku mendapatkan informasi kelompok penyusup pada aksi demo itu merupakan barisan FPI dan HTI.

“Jika benar relawan Anies ternyata punya kaitan erat dengan ormas terlarang FPI dan HTI, ini masalah serius,” katanya.

“Artinya, meskipun ormasi FPI dan HTI sudah dibubarkan dan dinyatakan terlarang aktor-aktornya masih aktif bergerak,” tambahnya.

Grace curiga dengan adanya tangkapan layar percakapan grup WhatsApp Relawan Anies Apik tersebut malah menjadi pertanda bahwa anggota dan simpatisan FPI dan HTI juga ikut bergabung dengan relawan Anies.

“Jika ini yang terjadi, maka aspirasi FPI dan HTI akan terus hidup dan bahkan kini diperjuangkan melalui jalur politik yaitu melalui Gubernur Anies,” ujarnya.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Grace masih ingat apabila Anies sempat membantah adanya isu kalau dirinya merupakan kepala daerah yang ekstrimis dan radikal.

Namun, ia mengingatkan kepada Anies soal relawan dan pendukungnya yang apabila beririsan dengan kelompok ekstrimis serta radikal, maka secara tidak langsung Anies memberi ruang kepada radikalisme dan ekstrimisme untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Grace meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap aktor intelektual yang bertanggungjawab atas aksi penganiayaan terhadap Ade Armando.

Ia kembali menuding kalau mobilisasi massa penyusup aksi demo itu sudah diatur, bahkan sudah didanai.

“Paling tidak mereka ini butuh uang transport untuk bisa datang dan menghadiri aksi demo itu,” ucapnya.

“Bersama dengan pelaku penganiayaan, para aktor intelektual ini harus dihukum seberat-beratnya, karena mereka tidak hanya mengancam keselamatan jiwa seorang warga sipil, namun juga telah mencederai demokrasi Indonesia,” tandasnya. [KM-07]