Gubernur Sumut Berharap Makin Banyak Pembayar Pajak Kendaraan Non Tunai

Foto: Ist

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengapresiasi langkah Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) menerapkan pembayaran pajak kendaraan bermotor non-tunai.

Sistem pembayaran ini dilakukan dengan metode Quick Response Indonesian Standar (QRIS) yang akan mempermudah wajib pajak.

Pembayaran dengan menggunakan metode ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah masyarakat yang membayar pajak kendaraan bermotor.

Apalagi, menurut Edy Rahmayadi, saat ini sekitar 30 persen saja pemilik kendaraan di Sumut yang patuh membayar pajak.

“Kita terus mencari cara untuk memperoleh pembayaran karena tidak sedikit wajib pajak kita yang beralasan membayar pajak itu ribet, mengantre lama dan lainnya. Dengan metode ini, mudah-mudahan alasan itu terpatahkan,” ucap Edy Rahmayadi usai peresmian pembayaran pajak kendaraan bermotor menggunakan QRIS, Senin (13/6/2022).

Baca Juga:  Jadwal Seleksi KI Sumut 2026–2030 Disesuaikan, Tahapan Berubah Tanpa Ubah Substansi

Bukan hanya untuk mempermuda wajib pajak, pembayaran secara non-tunai ini juga diharapkan mampu mempermudah pendataan kendaraan dan juga nilai pajak yang masuk.

“Semua nilainya akan terdata dengan baik, ada BI, Bank Sumut, BP2RD, Jasa Raharja, Korlantas dan instansi lain, jadi semakin sulit oknum bermain,” ujar Edy Rahmayadi.

Edy mengatakan, dengan ketaatan membayar pajak berhubungan erat dengan fasilitas umum yang didapatkan masyarakat.

Oleh karena itu, ketaatan membayar pajak sangat berpengaruh dalam pembangunan.

“Bagaimana kita mau membenahi jalan yang luar biasa panjangnya kalau wajib pajaknya tidak mau membayar pajak. Pajak yang anda bayarkan itu ya untuk jalan yang anda pakai sehari-hari serta fasilitas umum lainnya,” tutur Edy.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut Kombes Pol Indra Darmawan Iriyanto menjelaskan, dari 7 juta kendaraan di Sumut, hanya sekitar 2-3 juta per tahunnya yang taat membayar pajak.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026

Ia berharap, semakin banyak metode pembayaran akan semakin meningkatkan ketaatan wajib pajak kendaraan bermotor.

“Ini masih menjadi PR bagi kita, namun dengan metode digital tentu akan mempermudah kita dalam data dan mempermudah kita untuk mengambil kebijakan. Saya harap ini bisa terintegrasi dengan metode pembayaran-pembayaran lainnya,” tutur Indra.

Kepala BP2RD Sumut Achmad Fadly menjelaskan, pembayaran dengan metode QRIS ini akan memangkas waktu pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Sementara itu, pendataan yang lebih baik akan mempermudah pengelolaan pajak kendaraan.

“Kita harapkan dengan ini PAD kita meningkat sehingga pembangunan di Sumut bisa berjalan dengan lancar,” tandas Fadly. [KM-07]