Gubsu Harapkan Ramadhan Fair Sebagai Syiar Islam dan Pengembangan UMKM

Erry juga menyatakan apresiasi terhadap Pemko Medan yang terus berkomitmen menyemai nuansa kebersamaan umat di bulan puasa dengan terus menggelar Ramadhan Fair.

“Slogan Medan Rumah Kita menjadi kota masa depan yang multi kultural, yang berdaya saing, sejahtera, humanis dan religius. Dengan demikian warga Kota Medan tetap dibentengi oleh sentuhan-sentuhan iman, sehingga sebesar apapun arus modernisasi yang akan mengelilingi kota ini, Insya Allah, warga Kota tetap mengingat kebesaran Tuhan Yang Maha Esa,” sebut Erry.

Sementara Walikota Medan, Dzulmi Eldin mengatakan, Ramadhan Fair dari tahun ke tahun terus mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, tidak hanya warga Kota Medan, namun juga masyarakat yang sengaja datang dari sejumlah Kabupaten seperti Langkat, Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai bahkan Kabupaten Karo dan sejumlah kabupaten lain di Sumut.

Baca Juga:  Konferensi “Alumni United” Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan Amerika Serikat

Ramadhan Fair juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi para pedagang, termasuk masyarakat yang berjualan di lingkungan Ramadhan Fair.

“Ramadhan Fair juga menjadi sarana untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah masyarakat di bulan suci Ramadhan,” sebut Eldin.

Dalam kesempatan itu, Eldin juga mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap sembako cenderung meningkat pada bulan Ramadhan. Untuk itu, pihaknya melakukan antisipasi dengan menggelar pasar murah di 151 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan.

“Dalam kesempatan ini, saya juga menyampaikan, bagi masyarakat yang membutuhkan sembako dengan harga terjangkau, dapat datang ke sejumlah titik di kecamatan masing-masing,” imbau Eldin.

Lebih lanjut, Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri menyebutkan, Ramadhan Fair akan berlangsung selama bulan Ramadhan yang mulai tanggal 6 Juni hingga 5 Juli 2016 mendatang.

“Selama kurun waktu hampir sebulan itu, Ramadhan Fair akan diisi dengan rangkaian kegiatan seperti bazar UMKM berbasis kuliner yang diikuti 135 pedagang. Non kuliner sebanyak 75 pedagang. Juga ada pelaksanaan tausiah dan konsulatsi agama, penampilan atraksi seni dan budaya Islami dari artis lokal maupun ibukota, tadarus Al Qur’an dan peringatan Nuzul Qur’an,” jelas Hasan.

Pihak penyelenggara Ramadhan Fair juga menggelar sejumlah perlombaan bernuansa religius diantaranya festival band religi, lomba azan tingkat SD dan lomba busana Muslim. Suasana pembukaan Ramadhan Fair berlangsung meriah dengan kehadiran group musik Setia Band yang sengaja didatangkan dari Jakarta untuk menghibur para pengunjung. [KM-01]