MEDAN, KabarMedan.com | Gunung Semeru yang terletak di Wilayah Lumajang, Jawa Timur mengeluarkan erupsi yang cukup parah pada hari ini, Sabtu (4/12/2021).
Masyarakat sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut berbondong-bondong pergi ke luar rumah. Menurut Bupati Lumajang, Thoriqul Haq erupsi ini terjadi sama dengan kejadian pada tahun 2020 lalu.
Dikutip dari berbagai sumber, terdapat sejumlah bahaya apabila tubuh kita menghirup udara yang mengandung abu vulkanik, yaitu:
- Iritasi dan Alergi
Dikutip dari situs National Health Service UK, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Hal itu bisa disebabkan oleh seberapa parah tingkat konsentrasi abu, seberapa halus partikel abu, dan lamanya terkena paparan abu.
Selain itu, abu vulkanik juga bersifat asam dan terdiri dari partikel debu/pollen yang bisa memunculkan alergi. Hal itu akan berbahaya bagi seseorang yang memiliki alergi terkait paparan bahan-bahan tersebut.
- Gangguan pernapasan akut
Dalam sebuah studi ditemukan bahwa ada dua potensi dampak abu vulkanik bagi tubuh yaitu akut dan kronis. Hal itu tergantung pada ukuran dan sifat kimia yang terkandung dalam permukaan partikel abu vulkanik.
Pada umumnya abu vulkanik memang sangat berkaitan dengan kesehatan tubuh, khususnya gangguan pernapasan akut seperti asma. Sementara itu, menghirup abu vulkanik bisa memperburuk kondisi yang sudah ada pada jantung dan paru-paru.
- Silikosis
Silikosis merupakan kondisi berlebihnya silika di dalam tubuh akibat teralu banyak menghirup abu silika dalam jangka waktu lama. Dalam sebuah studi menyebutkan terdapat sejumlah risiko jangka panjang silikosis yang disebabkan oleh abu vulkanik.
Kandungan dalam abu vulkanik seperti mineral kuarsa, krtobalit atau tridmit inilah yang bisa menyebabkan munculnya penyakit silikosis.
selain itu, terdapat beberapa gejala yang akan terjadi jika terkena paparan abu vulkanik, yaitu:
- Mata berair dan iritasi.
- Batuk
- Terkena serangan flu.
- Adanya masalah dalam pernapasan/sesak napas.
- Sakit tenggorokan.
- Badan lemas.
- Sakit kepala. [KM-102]















