Isu Tenaga Kerja Asing di Sumut Membludak Tidak Sepenuhnya Benar

MEDAN, KabarMedan.com | Isu yang menyebut tenaga kerja asing membludak di Sumatera Utara tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, dari data yang diperoleh menyebutkan, hingga Juni 2018 hanya sekitar 265 orang tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Sumut.

Mereka terdiri dari warga China 142 orang, Malaysia 54 orang, Filiphina 18 orang, Korea Selatan 19 orang, India 13 orang, Jepang 7 orang, Singapura 3 orang, Australia 4 orang, Thailand 2 orang, Amerika Serikat 1 orang, dan Sri Lanka 2 orang.

“Itu katanya kemarin tenaga asing dari China yang membludak,” kata Kepala Divisi Imigrasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut, Icon Siregar, Jumat (6/7/2018).

Baca Juga:  Bobby Nasution Larang ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Gunakan Vape

Para tenaga kerja asing dari China tersebar di 70 perusahaan yang ada di Sumatera Utara. “Rata-rata satu perusahaan hanya mempekerjakan 2 tenaga kerja asing asal China. Tenaga kerja asing asal China itu umumnya kerja di proyek nasional dan perusahaan industri,” ujarnya.

Untuk data perlintasan warga negara asing yang masuk ke Sumut dari Januari hingga Juni 2018, tercatat dari Malaysia 80.883 orang, Singapura 11.818 orang, China 3.858 orang, lalu disusul Australia, Jerman, Thailand, USA, India, Inggris dan India.

“Banyak yang masuk ke Sumatera Utara justru dari Malaysia, bukan dari China seperti isu yang beredar belakangan ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Jajaki Kerja Sama PSEL dengan Finlandia, Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

Ia mengaku, warga negara asing yang masuk ke Sumatera Utara diperiksa secara ketat, mulai dari masuk hingga nanti keluar dari Sumut. “Kita pantau di tempat-tempat masuk seperti Bandara Kualanamu, dan Pelabuhan Teluk Nibung kalau melalui laut,” jelasnya.

Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumut telah mendeportasi sebanyak 210 orang warga negara asing sepanjang tahun 2018 ini.

“Ada 202 orang melanggar administrasi keimigrasian dan 8 orang melanggar pro justitia. Mereka berasal dari Nepal, Thailand dan India,” pungkasnya. [KM-03]