Joel Pulungan Tegaskan Pencegahan Virus Terorisme Sejak Dini

Joel Pulungan, Ketua PC GP Ansor Deli Serdang

MEDAN, KabarMedan.com | Ketua PC GP Ansor Deli Serdang, Joel Pulungan mengatakan paham radikal yang disebar oleh kelompok teroris adalah virus. Oleh karena itu, untuk mengendalikannya perlu penangkal serangan virus yaitu langkah jitu seperti deteksi sejak dini dengan menyusuri kelompok masyarakat dengan paham-paham yang melenceng dari ideologi Indonesia serta penyebaran kebencian terhadap negara yang menjadi dasar dari keyakinan ideologis yang mendorong lahirnya terorisme.

“Indonesia bagaikan lahan subur untuk berkembangnya paham radikal. Karenanya penumpasan teroris harus dari akar-akarnya, yaitu dengan penyusuran kelompok-kelompok dengan paham yang didasari kebencian pada negara,” ucapnya, Selasa (21/12/2021).

Menurutnya, berkaca pada dunia yang tengah terserang pandemi, dimana saat satu negara mengabarkan adanya serangan virus, maka satu dunia pun langsung melakukan berbagai usaha pencegahan.

Masing-masing negara akan melakukan deteksi dini di pintu masuk negara dan mengecek kesehatan setiap orang yang akan masuk ke negara tersebut.

Baca Juga:  Sekda Provsu Lepas Kloter 1 Jemaah Haji Sumut

“Jika tidak ditumpas sejak dari kelompok, terorisme seolah tidak akan habis persediaan SDM-nya untuk melakukan aksi teror di masa depan. Generasi baru akan terus bermunculan jika akar kelompoknya tidak ditumpas duluan,” tambahnya.

Joel Pulungan menjelaskan, jika virus penyakit saja perlu vaksin, maka virus terorisme juga membutuhkannya.

Dalam hal ini, vaksin dibentuk oleh hasil kerjasama ulama dan umara untuk membendung virus ideologi kelompok radikal terorisme yang tumbuh di masyarakat.

Hal ini dikemukakannya terkait penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang pada Kamis lalu.

Apalagi peristiwa penangkapan itu bukanlah yang pertama melainkan sudah beberapa kali terjadi di daerah ini.

Oleh karena itu, Joel Pulungan berharap Kementerian Agama (Kemenag) Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang dan para stakeholders yang notabene bagian dari Pemkab Deli Serdang harus terus menjalin hubungan dengan ulama, baik yang tergabung dengan organisasi keagamaan seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al-Washliyah maupun yang tidak tergabung.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026

Pemkab juga harus mengidentifikasi rumah-rumah tahfidz maupun pondok pendidikan yang menjamur saat ini mengingat pelaku aksi terorisme berlindung dibalik agama dalam menyebarkan virus radikalismenya.

“Saya kira, kerjasama lintas agama ke depan sangat perlu ditingkatkan sekaligus sangat strategis untuk menghilangkan kesan bahwa terorisme terkait dengan agama tertentu. Terorisme memang tidak beragama karena tidak ada satupun agama yang membenarkan aksi terorisme. Tetapi terorisme selalu menggunakan agama sebagai topeng pembenaran. Pendataan dan pengawasan sekolah-sekolah keagamaan penting dilakukan sebagai langkah pendeteksian dini, ini tugas bersama karena terorisme adalah musuh bersama,” tandasnya. [KM-07]