Kesulitan Air, Warga Dusun Sentang Langkat Lakukan Aksi BADAI

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Sentang, Budi Santoso mengungkapkan, krisis air di kampungnya memang cukup parah, tak sedikit yang didera penyakit bahkan tak mustahil setiap musim kemarau panjang datang bisa merengut korban jiwa.

“Pernah seorang balita meninggal akibat terinfeksi sumber air tak layak saat persalinan. Kita tidak ada pilihan air lain selain air dari sungai dan paluh buatan yang kualitas airnya sangat buruk,” ucapnya.

Baca Juga:  MTQ ke-40 Sumut Resmi Dibuka, Bobby Nasution Ajak Implementasikan Nilai Alquran dalam Pembangunan

Pada saat musim kemarau seperti saat ini, lanjut Budi, air yang bersumber alternatif memiliki sifat yang sangat mengganggu.

“Saat ini kondisi air warna coklat kehitaman. Kalau digunakan untuk cuci tangan dan mandi, warnanya langsung melekat di kulit. Untuk cuci pakaian, kain berubah warna. Untuk berwudhu, mata pedih,” paparnya.

Baca Juga:  Australia Juara, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026

Baca Halaman Selanjutnya