Konflik Tak Sudah Buaya dan Manusia di Labuhanbatu Utara, Begini Rentetan Kasusnya

Buaya berukuran sedang yang berhasil ditangkap warga di Sungai Aek Natas, di Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas. (Dok. BBKSDA Sumut)

MEDAN, KabarMedan.com | Konflik buaya dengan manusia di Kabupaten Labuhanbatu Utara terus terjadi sampai sekarang. Buaya itu tak sekedar muncul di parit, tetapi juga menerkam dan melukai. Bahkan beberapa korbannya kehilangan nyawa. Warga diimbau untuk menghindar dan berhati-hati.

Akun Instagram @laburaku pada 16 September 2021 mengunggah buaya yang berhasil ditangkap setelah seminggu sebelumnya kerap muncul dan meresahkan warga yang beraktifitas di Sungai Aek Natas, di Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas. Buaya itu ditangkap warga menggunakan peralatan seadanya.

Tertangkapnya buaya itu kemudian dilaporkan ke BPBD Labuhannbatu Utara dan sempat dititipkan di kolam milik warga. Sehari kemudian buaya itu dievakuasi tim BBKSDA Sumut, dibawa ke Kantor Seksi, selanjutnya buaya yang panjangnya 143 cm dan lebar sekitar 26 cm itu dititipkan di lokasi penangkaran buaya mitra kerja BBKSDA Sumut di Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.

Di akun yang sama, pada Selasa (28/9/2021) mengunggah video kemunculan buaya di Sungai Kualuh Tanjung Pasir pada malam hari. Di video itu, buaya itu hanya terlihat di bagian kepalanya diduga sedang mengincar mangsa. Buaya itu diduga berukuran lebih besar dari buaya yang berhasil ditangkap warga sekitar dua minggu yang lalu. Video itu ditonton lebih dari 15.000 kali dengan lebih dari 100 komentar.

Tangkapan layar unggahan video memperlihatkan buaya di Sungau Kualuh Tanjung Pasir. (Istimewa)

Humas BBKSDA Sumut Handoko Hidayat yang dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, wilayah tersebut memang menjaid habitat buaya. Pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan buaya. Selain itu juga sudah ada pemasangan papan tanda bahaya keberadaan buaya.

“Upaya pasti lah dilakukan. Sosialisasi, pre-emtif, preventif, diskusi. Karena itu kan habitat buaya, kita selalu imbau untuk tidak mendekati daerah rawannya. Hindari lah lokasi-lokasi itu. Kalau terpaksa ke situ, ya hati-hati, (tidak di waktu malam) iya,” katanya, Rabu (29/9/2021).

Kemunculan buaya di wilayah Labuhanbatu Utara sudah sering kali terjadi dan tidak jarang warga tewas dimangsa. Beberapan kasus yang tercatat di dari tahun 2019 sebagai berikut:

1. Pada Jumat (6/9/2019) malam, seorang nelayan bernama Misran, warga Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara diserang buaya saat mengecek jebakan ikan di sebuah lubuk di Sungai Simangalam bersama anaknya, Syahdan menggunakan sampan. Korban mengalami luka di bagian perut, paha dan pinggang dan terpaksa dijahit.

Lokasi seorang nelayan bernama Misran, warga Dusun Tanjung Alam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara dimangsa buaya pada September 2019 yang lalu. (Istimewa)

2. Pada Rabu (15/4/2020) sore, warga Dusun 3 Parit Minyak, Desa Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara yang sedang mencari ikan dihebohkan dengan kemunculan buaya diperkirakan sepanjang 2 meter. Buaya itu kemudian ditangkap warga dan dilepaskan kembali di tempat yang jaub dari pemukiman.

3. Pada Minggu (26/7/2020), seorang warga bernama Ponidi (47) bersama istri dan seorang anaknya pergi ke kebun sawitnya di seberang Sungai Parit Cina, Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara.

Saat tiba di kebun sawit, korban menambatkan perahunya di pinggir sungai. Seketika itu juga buaya menerkamnya. Jenazah korban ditemukan pada Sabtu (1/8/2020), kondisi tanpa kepala selanjutnya dikebumikan di TPU Tanjung Pasir.

4. Pada Senin (19/10/2020) malam, seorang nelayan bernama Adpen Munthe (42), warga Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara sempat diterkam buaya berukuran besar saat mencari ikan di sampannya. Korban sempat berteriak minta tolong kepada adiknya, Ilyas Munthe.

5. Pada Jumat (4/6/2021), seorang nelayan bernama Sabar (41), warga Dusun Kampung kArang Tengah Timur, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara ditemukan dengan kondisi tubuh terpisah di Sungai Kualuh. Diduga korban diterkam buaya. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.