JAKARTA, KabarMedan.com | Media Inggris The Race menuliskan bahwa lintasan Sirkuit Mandalika yang kotor bisa memberikan dampak yang buruk. Mengingat, lontaran batu-batu kerikil bisa terlihat sepenuhnya jika lintasan digunakan secara massal pada ajang balap sesungguhnya di Moto3, Moto2, hingga MotoGP, terlebih ketika deretan pembalap memacu motornya setelah start dimulai.
Sementara itu, jurnalis The Race Simon Patterson menuliskan bahwa trek di Sirkuit Mandalika tidak sesuai dengan spesifikasi.
The Race menuliskan hal tersebut setelah berbicara dengan sumber di paddock. Dituliskan bahwa komposisi batu yang direkomendasikan konsultan tak dipakai di lintasan Sirkuit Mandalika.
Bukannya memakai materi yang direkomendasikan, lintasan Sirkuit Mandalika justru memakai batu yang ditambang secara lokal. Hasilnya, jenis batu yang dipakai itu tidak menempel dengan baik di aspal.
Jika dilintasi motor berkecepatan 354 km/jam bisa membuat batu terhempas dan membahayakan rider di belakang.
Kondisi ini memang berbeda saat Sirkuit Mandalika menggelar seri terakhir WSBK 2021. Saat itu tidak ada masalah dengan kondisi aspal karena motor WSBK memiliki power yang lebih rendah dan cuaca tengah hujan sehingga suhu lintasan turun.
Menurut sumber The Race, satu-satunya solusi untuk mengatasi hal itu adalah melakukan pengaspalan ulang dari start hingga finish, dengan menggunakan spesifikasi material yang benar.
Namun, The Race menilai perbaikan trek secara menyeluruh akan sulit diselesaikan tepat waktu, sebelum MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret 2022. Hal tersebut mengingat material dan alat-alat khusus berada di luar Lombok.
Kendala utama dari Sirkuit Mandalika yang paling banyak didengar dari para rider adalah batu kerikil yang terlempar dari motor para pembalap lainnya di depan mereka.
Juara Dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo adalah salah satu pembalap yang mengutarakan keluhan ini.
“Saya membalap di belakang Franco Morbidelli dan menerima banyak kerikil,” ucap Fabio Quartararo dikutip dari Gpone.
“Setelah beberapa saat, leher saya mulai sakit. Bayangkan jika ada 2-4 pembalap di depan dengan jumlah lap yang banyak,” tambahnya.
Selain kerikil, Fabio Quartararo juga menilai lapisan aspal semakin berkurang selama tiga hari tes pramusim di Sirkuit Mandalika.
Pembalap Aprilia Aleix Espargaro juga menilai lintasan di Sirkuit Mandalika belum siap karena kondisinya yang kotor.
“Treknya belum siap, Anda tidak bisa mengemudi dengan benar di awal, itu sangat berbahaya. Kami terbiasa dengan trek berdebu. Situasi serupa terjadi di Sirkuit Losail, Doha,” tutur Aleix Espargaro, dilansir dari Speedweek.com.
“Di lintasan Losail, kami selalu menemukan banyak pasir pada hari pertama. Lalu, setelah beberapa putaran tidak apa-apa. Akan tetapi, hari ini di Mandalika, itu buruk. Permukaannya tidak bisa dilewati dan sangat berbahaya tidak cukup aman,” katanya. [KM-07]














