Menko Perekonomian Sindir Pelaku UMKM Belum Berani Berhutang

Wagub Musa Rajekshah bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Diskominfo Sumut)

MEDAN, KabarMedan.com | Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan meski sudah berpengalaman dalam bidang usaha, namun banyak pelaku UMKM yang saat ini masih belum berani berhutang untuk mengembangkan usahanya.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan optimalisasi penyaluran KUR klaster dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemulihan ekonomi di Hotel JW Marriot.

“Pemerintah telah menyadari hal itu, sehingga pemerintah meluncurkan program Banpres atau bantuan presiden usaha mikro yang disiapkan melalui Kementerian Koperasi UMKM,” ungkapnya, Jumat (10/9/2021).

Airlangga menjelaskan, pemerintah kini juga sudah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang platform-nya sebesar 285 triliun rupiah meningkat dari tahun lalu sebesar 193 triliun rupiah dengan bunga 3 persen.

Airlangga yakin tidak ada satu rentenir pun yang berani memberikan tingkat suku bunga 3 persen, sehingga tidak akan ada saingan.

“Kedua, memberikan kredit sampai 100 juta rupiah tanpa adanya jaminan, dengan memberikan grace period  6 bulan untuk yang ngambil pertama. Jadi saya jamin tidak ada satu rentenir yang bisa bersaing dengan bank BUMN maupun BUMD di Sumut,” jelasnya.

Baca Juga:  Logistik Sumut Mulai Bangkit, Arus Peti Kemas Tumbuh 5% di Awal 2026

Oleh karena itu Airlangga meminta Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut agar mendorong program kredit ini. Karena untuk menjaga daya beli masyarakat adalah melalui UMKM.

“Kalau UMKM bergerak tingkat pengangguran juga akan berkurang sekaligus mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.

Selain itu, Airlangga menambahkan, salah satu program andalan di Sumut adalah replanting sawit. Untuk itu, melalui program pemerintah, pengusaha sawit bisa memperoleh lod sawit sampai 500 juta dan bila ini dikelompokkan berbasis klaster, dengan 10 kali perkelompok pekebun angkanya bisa 5 miliar rupiah.

“Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan usaha yang memiliki potensi kedepan agar mendapat kredit murah dari pemerintah, murah karena disubsidi pemerintah dan juga kreditnya dijamin Askrindo dan Jamkrindo. Inilah program KUR yang diharapkan bisa menetaskan pengusaha nasional yang baru,” pungkasnya.

Baca Juga:  Golden Run 2026 Sukses Digelar, Pegadaian Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Investasi Emas

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah mengatakan bagi pengusaha hutang itu merupakan hal yang biasa.

Ia meminta pelaku usaha tidak perlu takut asalkann hutangnya dilakukan dengan prosedur yang benar di perbankan.

“Banyak kita ini, mohon maaf karena takut ke bank berutang dengan rentenir. Tapi saat ini pemerintah sudah memberikan pinjaman tanpa agunan, bunganya juga rendah yaitu 3 persen,” terang Musa Rajekshah.

Bila hutang dipakai untuk usaha, menurut Musa Rajekshah, hal itu bukan menjadi persoalan, kecuali berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga tidak tahu bagaimana cara mengembalikannya.

Oleh karena itu, melalui kesempatan ini dia menyarankan agar pelaku usaha mengambil kesempatan ini dan bisa memanfaatkan sebaik-baiknya.

“Jadi saran kami kalau usaha hitung betul hangan hitung hanya pinjam saat ini karena keperluan sekarang. Tapi hitung untuk satu tahun ke depan supaya tidak dua kali minjam. Ini saran kami saja, mudah-mudahan sukses semuanya,” tandasnya. [KM-07]