PAN Setuju Pemilu 2024 Diundur karena Jokowi Dianggap Masih yang Terbaik

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. (Foto: Ist)

JAKARTA, KabarMedan.com | Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan secara gamblang menyatakan setuju dengan usulan agar Pemilu 2024 diundur. Menurutnya, Presiden Joko Widodo masih yang terbaik untuk saat ini.

“Kami memutuskan setuju Pemilu diundur,” kata Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari Suara.com, Jumat (25/2/2022).

Zulkifli menilai berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi masih cukup tinggi.

Angka kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi disebut sampai lebih dari 70 persen.

“Survei menunjukkan kepuasan terhadap kinerja pemerintah khususnya pak Jokowi, itu tinggi sekali. Lebih dari 70 persen, tepatnya 73 persen lebih. Kepuasannya ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di belahan dunia terhadap survei yang dilakukan oleh lembaga kemarin kepuasannya sampai 73 persen,” tuturnya.

Atas dasar itu, Zulkifli merasa Jokowi masih sebagai kepala negara yang terbaik untuk saat ini.

Baca Juga:  Amerika Serikat dan Indonesia Membongkar Jaringan Phishing Global

“Jadi saudara, memang survei menunjukkan kepuasan terhadap kinerja pemerintah, pak Jokowi ini tinggi sekali. Artinya, presiden Jokowi dinilai oleh masyarakat yang terbaik saat ini. Saya kira demikian,” paparnya.

 Sebelumnya, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengusulkan Pemilu 2024 diundur selama satu atau dua tahun.

Momentum perbaikan ekonomi dianggap tak boleh terganggu dengan adanya Pemilu.

“Saya mengusulkan pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun,” kata Cak Imin.

Menurutnya, momentum perbaikan ekonomi yang sudah mulai berjalan pasca dua tahun dihajar pandemi Covid tidak boleh menjadi terhenti atau membeku.

“Ditunda satu atau dua tahun agar momentum perbaikan ekonomi ini tidak hilang dan kemudian tidak terjadi Freeze untuk mengganti stagnasi selama 2 tahun masa pandemi,” terangnya.

Baca Juga:  Dukung Penurunan Angka Kematian Ibu, PLN Salurkan Alat Deteksi Dini Risiko Kehamilan

Cak Imin menjelaskan, para pelaku bisnis juga sudah menyampaikan masukan bahwa 2022-2023 akan ada tren dan momentum perbaikan ekonomi yang luar biasa.

Selain itu, ia juga mengaku banyak menerima masukan dari berbagai macam kunjungan daerah. Banyak yang menyatakan pandemi telah membuat stagnansi 2 tahun ekonomi, sosial, politik hingga pendidikan.

“UMKM mengalami masa sulit tetapi saya bilang tidak hanya ekonomi, sosial pendidikan juga mengalami stagnansi dua tahun. Dari kunjungan saya ke daerah dan melihat prospek yang sangat politik ke depan ini momentum ini tidak boleh diabaikan, momentum yang baik-baik ini ke depan tidak boleh diabaikan,” tuturnya.

Cak Imin juga menilai penyelenggaraan Pemilu selalu terjadi 3 masalah yaitu pembekuan agresifitas ekonomi, uncertainly economy, hingga ekspolitasi ancaman konflik. [KM-07]