Pasangan Suami Istri Namai Bayinya Tsunami

LAMPUNG, KabarMedan.com | Terjangan tsunami Selat Sunda masih membekas di ingatan bagi pasangan suami istri ini. Mereka pun menamai anaknya dengan nama Tsunami. Pasangan suami istri tersebut adalah Susan (28) dan Zainal (31).

“Rencananya saya berikan nama Tsunami, karena bertepatan saya mengungsi di kantor gubernur akibat tsunami,” ujar Susan saat diwawancarai di Rumah Sakit Bersalin Santa Anna , tempat dia melahirkan, di Bandarlampung , Sabtu.

“Ya walaupun agak aneh, tetapi bisa menjadi kenangan bagi keluarga,” ia menambahkan.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Susan tinggal di pengungsian sejak 24 Desember 2018, hari kedua setelah tsunami Selat Sunda melanda wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung, ia melahirkan bayi laki-laki sehat dengan berat 3,5 kilogram dengan operasi sesar di Rumah Sakit Bersalin Santa Anna Bandarlampung pada Sabtu.

Petugas pemerintah membawa Susan ke rumah sakit bersalin supaya segera mendapat pertolongan medis setelah dia mengeluh sakit pada pagi hari.

“Alhamdulillah bayi yang dilahirkan oleh Susan dalam keadaan sehat. Hanya saja harus melalui operasi sesar,” kata Kepala Bidang Lindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung, Maria Tamtina.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

Dinas Sosial memberikan bantuan perlengkapan bayi seperti popok, handuk, selimut dan lainnya kepada Susan.

“Semoga anak yang dilahirkan menjadi anak yang soleh, taat dan patuh kepada kedua orangtua, serta bisa membawa nama baik negeri,” katanya.

Maria menjelaskan, Susan dan suaminya mengungsi sejak 24 Desember 2018 dan sampai saat ini masih terdata sebagai pengungsi di kantor Gubernur Lampung. [KM-03/suara.com]