Pihak Keluarga Kesulitan Mencari Vaksin Anti Rabies

Lia Pratiwi (42), ibu kandung M. Reza Aulia yang meninggal dunia setelah digigit anjing, melaporkan kasus tersebut ke Polsek Medan Tuntungan. (KabarMedan.com)

MEDAN, KabarMedan.com | Pihak keluarga M. Reza Aulia (10) sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan vaksin anti rabies. Reza yang digigit pada Kamis (10/6/2021) sore, baru mendapatkan vaksin pada Sabtu (12/6/2021) sore. Vaksin yang diberikan pun ternyata tidak banyak berpengaruh. Kondisi Reza semakin parah.

Lia Pratiwi (42), ibu kandung korban menjelaskan, setelah diketahui digigit anjing anaknya sempat dibawa ke bidan terdekat dan mendapatkan suntik tetanus. Pada malam harinya, korban terus mengalami demam tinggi.

“Hari Jumat kita pergi ke Rumah Sakit Adam Malik, untuk mencari vaksin itu di sana ternyata kosong. RS Adam Malik menunjukkan kalau vaksin itu coba dicari ke Klinik Bestari, Petisah, ternyata di sana juga kosong,” katanya.

Di tempat itu, dia disuruh mencari ke klinik-klinik lainnya. Beberapa klinik yang didatangi ternyata juga kosong. Begitu juga di klinik Tuntungan, vaksin anti rabies itu tidak ada. Dia juga mendapat saran untuk mencari di apotek-apotek lain. Tetap saja, semumlah apotek kosong.

“Ada satu apotek Kimia Farma di Jalan Djamin Ginting. Cuma adanya di situ, obatnya juga di situ. Kita beli udah 2 kali suntik. Jadi Kamis digigit, Sabtu baru dapat,” ungkapnya.

Meskipun sudah diberi vaksin, kondisi anaknya semakin parah. Pada hari Sabtu panasnya naik turun, mulai menjulurkan lidahnya, pembawaannya sudah seperti seekor anjing, kepanasan. “

“Tingkah lakunya seperti anjing, pokoknya tidur terus. Makan tak mau, asal makan muntah, liurya sudah keluar-keluar, sudah semakin parah lah. Jalan tak bisa, seperti lumpuh,” katanya.

Diketahui, paha kanan bagian atas M. Reza Aulia (10) digigit anjing tetangganya pada Kamis (10/6/2021) saat pulang dari beli jajan di kedai dekat rumahnya. Korban mengadukannya ke kakeknya.

Pihak keluarga korban juga sempat mendatangi pemilik anjing di rumahnya namun pemilik anjing itu seolah tidak terima dan menantang untuk proses hukum. Pada hari Jumat (11/6/2021), pihak keluarganya membuat laporan di Polsek Medan Tuntungan.

Korban yang saat itu kondisi badannya semakin melemah juga ikut datang ke Polsek Medan Tuntungan dan memberi semangat kepada ibunya untuk terus maju memperjuangkan keadilan. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.