PLN Operasikan Unit Layanan Pelanggan Nias Barat

NIAS, KabarMedan.com | PT PLN (Persero) terus melakukan penguatan pelayanan kelistrikan di Kepulauan Nias, sebagai implementasi kerjasama Nias Terang 2019 dan upaya menggenjot rasio elektrifikasi di daerah tersebut.

Penguatan kinerja pelayanan kali ini dilakukan dengan mengoperasikan Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) di Kabupaten Nias Barat.

Fasilitas seperti ini sebelumnya dinamakan Kantor Rayon PLN, namun kin namanya diubah secara nasional menjadi Kantor Unit Layanan Pelanggan.

Fasilitas layanan pelanggan yang diresmikan pada Selasa 6 Oktober 2018 ini, dilakukan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera (Diregsum) PLN, Wiluyo Kusdwiharto, didampingi General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto dan sejumlah pejabat PLN lainnya.

Dari keterangan resmi PLN UIW Sumut, Rabu (7/11) mengatakan, pengoperasian Kantor PLN ULP Nias Barat merupakan salah satu implementasi dari kerjasama program Nias Terang 2019.

“Kantor ULP Nias Barat merupakan satu dari tiga kantor ULP terbaru yang dioperasikan PLN di Kepulauan Nias,” kata Direktur Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto.

Ia mengaku optimis jajaran SDM yang ditugaskan, didukung dengan sistem dan perlengkapan kerja yang memadai, akan mampu melayani sekitar 17 ribu pelanggan PLN di Nias Barat.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Pengoperasian Kantor ULP Nias Barat juga merupakan bagian dari upaya PLN menggenjot rasio elektrifikasi di wilayah kepulauan yang terdiri dari lima kabupaten/kota tersebut.

General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto menyebutkan, rasio elektrifikasi di Kepulauan Nias hingga kini masih sebesar 51,38% dengan jumlah konsumen sebanyak 90.456 pelanggan. Adapun jumlah desa berlistrik masih sebanyak 669 desa atau hanya 70% dari 950 jumlah total desa di Kepulauan Nias.

Saat ini Kepulauan Nias memiliki daya listrik sebesar 50 MW dengan beban puncak 31 MW. Tidak lama lagi, infrastruktur kelistrikan ini akan bertambah dengan beroperasinya PLTMG Gunung Sitoli berkapasitas 5×5 MW.

“Semoga tahun depan (PLTMG Gunungsitoli) sudah beroperasi, sehingga bisa memberikan layanan terbaik,” ujarnya.

PLN juga berencana membangun transmisi 70kv dari Gunungsitoli ke Nias Barat untuk meminimalisir gangguan jaringan bila menggunakan transmisi 20kv.

PLN juga akan mengoperasikan PLTD selama 24 jam di pulau-pulau terluar di Kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat.

“Kami yakin infrastruktur kelistrikan ini akan ikut membantu mengembangkan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Nias,” jelasnya.

Baca Juga:  Terima Aspirasi Pendukung MBG, Bobby Nasution Siap Teruskan Petisi Masyarakat Sumut ke Presiden Prabowo

Dirinya berharap, dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat agar mendapatkan kemudahan yang diperlukan untuk pembangunan kelistrikan tersebut. Seperti dalam hal proses perizinan dan penebangan pohon.

Tokoh masyarakat Nias Barat, Zemi Gulo, mengatakan warga mengapresiasi pengoperasian Kantor ULP PLN di daerahnya. Hal itu karena selama ini pelayanan pelanggan listrik masih menjadi kendala di sana.

“Dengan diresmikannya kantor ULP, menjadikan ketenangan buat warga. Dan akan berpengaruh juga dengan pendapatan masyarakat dan keluarga di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Nitema Gulo, Ketua DPRD Nias Barat berjanji akan mengajak masyarakat membantu pembangunan kelistrikan yang dilaksanakan PLN.

“Kami akan bantu dari sisi manapun. Pemotongan kayu, kami bantu. Mau tanah, kami kasih tanah. Kami mendukung luar dalam,” imbuhnya.

Bupati Nias Barat Faduhusi Daely mengungkapkan, mayoritas penduduk daerahnya bermata pencarian sebagai nelayan. Karena itu, ketersediaan energi listrik menjadi kebutuhan vital bagi perekonomian warga.”Ikan mudah busuk karena tidak ada pabrik es di sini,” pungkasnya. [KM-03]