MEDAN, KabarMedan.com | Warga Jalan Serdang Uni Kampung, Kelurahan Belawan, Kecamatan Medan Belawan dibuat heboh pada Rabu (23/4/2019) sore.
Pasalnya, seorang yang diduga perempuan dibawa masuk ke mobil putih. Berlanjut hingga tengah malam, lima orang, tiga di antaranya anak-anak, juga dibawa tim Densus 88.
Kepala Lingkungan V, Belawan 1, Indah Pertiwi mengatakan, saat itu ia sedang berada di rumahnya. Seorang warga memanggil-manggilnya dan memberitahukan peristiwa tersebut.
“Saya tidak tahu yang dibawa laki-laki atau perempuan,” katanya, Kamis (14/11/2019).
Saat yang sama polisi masuk ke gang rumah di Blok GHL. Polisi masuk ke rumah bernama Salman. Sekitar satu jam polisi keluar dsri rumah tersebut.
“Tapi tetap ada yang berjaga. Mereka bilang nanti jam 22.00 WIN Densus 88 akan datang,” ujarnya.
Sekita pukul 23.00 wib tim Densus 88 tiba dan mencari tahu sosok Salman. Polisi mengetahui teman Salam adalah Fahmi yang rumahnya bersebelahan.
Polisi lalu mengetuk rumah tersebut. Di dalam rumah ada istrinya, ibunya Fahmi dan ketiga anaknya.
“Dari sore polisi tidak tahu di rumah Fahmi ada orang. Saya juga begitu. Polisi baru tahu ada orang di dalam rumah sekitar pukul 00.00 WIB,” ungkapnya.
Indah menceritakan, ia diminta polisi untuk tidak memberitahu barang apa saha yang disita dari rumah Salman dan Fahmi.
“Saya tidak boleh menyebutkan itu apa. Hanya alat-alat gitu aja. Katanya ini rahasia,” jelasnya.
Indah menceritakan, sehari-hari Fahmi bekerja sebagai mengumpulkan dan menjual minyak ataupun kaleng-kaleng cat kapal. Sementara Salam bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat di Belawan.
“Istri, ibu, dan anak-anak Fahmi jarang bersosialisasi. Tapi kalau istri Salman mau bersosialisasi. Negur atau manggil-manggil di sini, masih mau dia,” cetusnya.
Saat ditanya apa kaitan Fahmi dan Salman dengan ledakan bom di Polrestabes Medan, Indah mengaku keduanya diduga ikut membantu.
“Setahu saya mereka diduga ikut membantu, gitu aja. Membantu apa, ya, mungkin bom itu lah,” pungkasnya. [KM-05]














