Polresta Medan Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Waitress Terminal Cafe Krakatau

Tersangka Evan Rusmana (baju tahanan warna orange=red), dalam rekonstruksi pembunuhan Liza, seorang waitress Terminal Cafe, Jalan Krakatau Medan
Tersangka Evan Rusmana (baju tahanan warna orange=red), dalam rekonstruksi pembunuhan Liza, seorang waitress Terminal Cafe, Jalan Krakatau Medan

KABAR MEDAN | Unit Jahtanras Satreskrim Polresta Medan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Marliza alias Liza (21), waitress Terminal Cafe di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Jumat (3/10/2014). Korban yang merupakan warga Riau ini ditebas lehernya oleh tersangka Evan Rusmana (30), warga Jalan Gaharu, Gang Sidomulyo, Kecamatan Medan Timur yang tak lain adalah pacarnya sendiri pada Minggu (21/9/2014) lalu.

Rekontruksi yang diadakan 36 adegan ini, menghadirkan tersangka yang diamankan dirumah saudaranya dikawasan Helvetia berselang 5 jam setelah aksi pembunuhan itu terjadi. Rekonstruksi diawali saat tersangka tengah duduk didapur lalu didatangi korban. Disana, keduanya terlibat percekcokan. Tersangka membawa korban ke dekat kamar mandi sembari adu mulut. Tersangka yang emosi lalu memukul korban dengan botol minuman.

Baca Juga:  Darma Wijaya Tinjau dan Santuni Korban Kebakaran di Tanjung Beringin: Hati-hati Bahaya Korsleting Listrik

Adik korban Azmi (19), yang melihat kejadian itu mencoba melerai, namun ia pun dipukul tersangka dengan menggunakan botol Selanjutnya, Azmi kembali menghalangi tersangka saat melihat korban berlari hendak keluar dapur. Begitu melihat korban berlari, tersangka kemudian mengambil pisau yang berada di meja dapur dan berusaha membunuh korban, namun adik korban kembali menghalanginya.

Disitu, Azmi lalu ditolak tersangka hingga kembali jatuh ketanah dan rekan korban yang melihat langsung dilempar tersangka dengan menggunakan gelas yang berada di atas meja. Tersangka yang semakin emosi, mengejar korban lalu menghujamkan pisau ke kaki dan mendorong korban hingga jatuh kesana.

Tak sampai disitu, tersangka lalu kembali mendatangi adik korban dan menghujamkan pisau ke badan, kaki dan leher Azmi secara bertubi-tubi. Selanjutnya, tersangka yang melihat korban berlari keluar dapur lalu mengejarnya dengan membawa pisau dan parang yang berada ditangan kanan dan kiri tersangka.

Baca Juga:  Darma Wijaya Tinjau dan Santuni Korban Kebakaran di Tanjung Beringin: Hati-hati Bahaya Korsleting Listrik

Di teras cafe, tersangka lalu menangkap dan langsung menebas leher korban seperti mencincang daging sebanyak 2 kali. Disitu, tersangka mencoba kembali masuk kedalam cafe dan mengancam penjaga kasir. Emosi tersangka yang semakin memuncak kembali mendatangi korban yang saat itu telah sekarat di lantai cafe. Tersangka kembali menebaskan leher korban sebanyak dua kali hingga nyaris putus. Pengunjung, karyawan dan satpam cafe yang melihat kejadian tak dapat berbuat banyak karena diancam korban dengan menggunakan parang dan pisau ditangannya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.